Malam Mencekam di Bumi Perkemahan Kepurun, Puluhan Siswa SMKN 2 Gedangsari Diduga Kesurupan, Kemah Dihentikan

Malam Mencekam di Bumi Perkemahan Kepurun, Puluhan Siswa SMKN 2 Gedangsari Diduga Kesurupan, Kemah Dihentikan

CYBER88 | KLATEN – Suasana kegiatan ekstrakurikuler kemah yang diikuti siswa SMKN 2 Gedangsari mendadak berubah mencekam saat puluhan peserta diduga mengalami kesurupan di kawasan Bumi Perkemahan Kepurun, Kecamatan Manisrenggo, Senin malam (11/5/2026) sekitar pukul 21.30 WIB.

Kepanikan pecah di area perkemahan. Teriakan histeris para siswa membuat suasana malam menjadi gaduh hingga dini hari. Kondisi yang semakin tidak terkendali akhirnya memaksa pihak guru menghentikan kegiatan kemah yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung selama tiga hari dua malam.

Sejumlah siswa menyebut lokasi bumi perkemahan tersebut memang kerap dikaitkan dengan cerita mistis oleh warga sekitar.

“Menurut informasi warga, tempat itu memang dikenal angker walaupun sering dipakai untuk kegiatan kemah,” ujar salah satu siswa saat ditemui di wilayah Klaten, Rabu (13/5/2026).

Di tengah situasi panik, muncul pula keluhan dari beberapa siswa terkait penanganan guru pendamping saat insiden berlangsung. Salah seorang siswa menilai ada guru yang kurang sigap ketika para peserta mulai mengalami kesurupan.

“Waktu banyak siswa kesurupan, ada guru yang malah bermain HP. Ada juga yang cuma mondar-mandir,” ungkapnya.

Keluhan lain datang dari peserta perempuan yang menyoroti minimnya pengawasan serta fasilitas di lokasi kemah. Menurutnya, jumlah guru pendamping tidak sebanding dengan banyaknya peserta.

“Guru yang berjaga sekitar tujuh orang saja. Tenda perempuan juga minim penerangan, banyak tenda rusak dan kurang layak,” kata salah satu siswi.

Para siswa juga mengaku sempat diminta iuran Rp20 ribu untuk biaya pencucian tenda usai kegiatan berlangsung.

Tak hanya itu, beredar dugaan intimidasi terhadap salah satu siswi yang hendak dijemput keluarganya setelah insiden terjadi. Beberapa siswa menyebut ada ancaman terkait nilai kepramukaan dan kenaikan kelas apabila peserta memutuskan pulang lebih awal.

“Katanya kalau pulang tidak diberi nilai pramuka dan tidak naik kelas,” ujar salah satu siswa menirukan pernyataan yang diduga disampaikan panitia kegiatan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, jumlah siswa yang diduga mengalami kesurupan disebut mencapai lebih dari 20 orang.

Hingga Rabu (13/5/2026), pihak sekolah belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab insiden maupun tudingan yang disampaikan para siswa.

Komentar Via Facebook :