Balegnas DPR Dan Pemerintah Kembali Bahas RUU Omnibus Law, Ini Komentar Bambang Eka, Ketum Gaspermindo
CYBER88 | Bandung – Terkait dengan Balegnas DPR dan pemerintah di tengah Pandemi Covid-19 kembali melanjutkan dan mengejar target pembahasan RUU Omnibus Law Bidang Ketenagakerjaan, Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional Gabungan Serikat Pekerja Merdeka Indonesia (Depenas Gaspermindo) Bambang Eka menyatakan keprihatinannya dengan sikap pemerintah yang tidak mendengar tuntutan serikat pekerja/serikat buruh.
“RUU Cipta Lapangan Kerja ini isinya sangat menakutkan bagi pekerja/buruh, ungkap Bambang, Sabtu (8/8/2020).
Pertanyaannya, apa yang terjadi terhadap nasib kaum buruh bila pemerintah tetap mengejar target untuk segera menyelesaikan pembahasan RUU Bidang Ketenagakerjaan ini, padahal pemerintah sempat menyatakan akan mengesampingkannya,” kata Bambang,
Dikatakannya, ketakutan pekerja/buruh ini sudah disampaikan berkali-kali kepada pemerintah. Tapi mereka seperti tak mau mendangar kekhawatiran para pekerja/buruh.

“RUU Bidang Ketenagakerjaan ini akan menghilangkan hak-hak buruh yang sudah ada dan makin diperluasnya sistem kerja kontrak yang selama ini sudah membuat kaum buruh menderita.
Bukannya diperbaiki malah makin menyusahkan dan semakin diperluas,” cetus dia.
Maka, lanjut Bambang. Dengan kondisi tersebut, tidak ada jalan lain kaum buruh harus menyatukan kekuatan untuk melakukan upaya yang lebih kuat yaitu sikap bersama penolakan dalam bentuk mogok nasional.
“Hanya itu yang bisa kami lakukan bila pemerintah diam-diam dalam reses DPR saat ini malah dipergunakan melakukan pembahasan RUU Omnibus Law.
Kami dari Gaspermindo sepakat dengan serikat pekerja lainnya untuk bersatu melakukan aksi bersama di seluruh wilayah Indonesia bergabung untuk mengadakan perlawanan,” lanjut Bambang.
Perlawanan yang akan dilakukan kaum pekerja/buruh kali ini akan lebih total karena pemerintah sudah tidak bisa dipegang lagi janjinya.
“Kami atas nama Depenas Gaspermindo mengintruksikan untuk mengadakan perlawanan berbentuk penolakan dengan mogok nasional bersama dengan serikat pekerja/serikat buruh lainnya di seluruh Indonesia. Dengan persatuan, kaum buruh kita melawan!,” pungkasnya


Komentar Via Facebook :