Anggaran Digelontorkan Sudah Dua Kali, Pembagunan Jalan Teluk Lembu Ujung Kawasan Industri Tenayan Raya (KIT) Belum Juga Selesai

Anggaran Digelontorkan Sudah Dua Kali, Pembagunan Jalan Teluk Lembu Ujung Kawasan Industri Tenayan Raya (KIT) Belum Juga Selesai

CYBER88 | Pekanbaru - Kawasan Industri Tenayan (KIT) menjadi prioritas utama oleh Walikota Pekanbaru, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Pekanbaru, pembagunan insfrakturtur dikawasan KIT terus digesah dengan mengelontorkan anggaran yang fantastis.

Dalam perjalanannya, pengembangan insfratuktur di kawasan KIT masih ditemukan adanya indikasi penyalahgunaan anggaran dalam pembagunannya.

Berdasarkan laporan LSM Barisan Rakyat Anti Korupsi (BARA API), mengungkapkan bahwa pembagunan Jalan Lingkar Luar Teluk Lembu Ujung sudah pernah dikerjakan pada tahun 2015, dengan anggaran Rp 75.914.328.000 yang dikerjakan oleh rekanan PT.Virajaya Riau Putra-PTL.Lutvindo Wijaya Perkasa, disinyalir pekerjaan tersebut tidak selesai dan dilakukan addendum dan pihak rekanan mendapatkan pencairan atas pekerjaan tersebut sebesar Rp 27.598.433.000. Kemudian ditahun 2018 dan 2019 pekerjaan jalan teluk lembu dianggarkan kembali.

"saat dianggarkannya kembali pengembangan jalan teluk lembu ujung menimbulkan pertanyaan dibenak kami, jalan apalagi pada ruas mana yang akan dibangun", kata Ketua DPD BARA API Riau, Jackson Sihombing kepada awak media.

Merujuk pada dokumen lelang pada tahun 2015 di dalam dokumen lelang tertera bahwa pekerjaan jalan tersebut sampai pengaspalan, namun nyatanya pekerjaan anggaran tahun 2018 masih berupa penimbunan dan anggaran 2019 berupa betonisasi saja, sambung Jackson

"Lalu pada tahun 2015 apa dong yang dikerjakan? apa wujudnya, apakah 2015 pekerjaannya hanya sebatas mobilisasi? jika hanya itu yang dikerjakan dengan anggaran 27 miliar, tentunya ini lebih bahaya lagi di duga ada indikasi korupsinya atau pekerjaan 2018 dan 2019 diadakan jaga ada dugaan untuk menutupi pekerjaan 2015", ungkapnya.

Masih menurut Jackson, jika pekerjaan tahun 2018 dan 2019 sebagai langkah untuk menutupi 2015, itu sudah salah kaprah dan semakin menambah masalah saja terhadap pengembangan jalan Teluk Lembu Ujung, karena ditemukan pada pekerjaan tersebut tidak sesuai dengan spesifikasi.

"Hasil investigasi dan monitoring di lapangan, kami ada menemukan beberapa bagian dari pekerjaan tersebut yang kurang bobotnya, seperti timbunan biasa sepanjang 300 meter tidak terlaksana, lapisan pondasi agrerat B sepanjang 300 meter juga tidak terlaksana, dan pekerjaan drainase yang belum tuntas", tutup Jackson sambil tersenyum miris.

Konfirmasi melalui WhatsApp, awak media meminta klarifikasi kepada Kepala Dinas PUPR Pekanbaru Indra Pomi dan hingga berita ini diturunkan belum ada tanggapan yang dberikan. (bhom/red)

Komentar Via Facebook :