Kades Kepuh Adeng Ramli, Bantah Pernyataan Warganya yang Menduga Ada Ketidabenaran Dalam Pengelolaan Dana Desa Terkait Penanganan Covid-19

Kades Kepuh Adeng Ramli, Bantah Pernyataan Warganya yang Menduga Ada Ketidabenaran Dalam Pengelolaan Dana Desa Terkait Penanganan Covid-19

CYBER88 | majalengka -- Terkait dengan pemberitaan yang di tayangkan oleh Cyber88.co.id sebelumnya berjudul “Kades Kepuh Adeng Ramli, Dipertanyakan Warga Terkait Pengguna Anggaran DD 2020 Untuk Covid19” Kepala Desa Kepuh Adeng Ramli membantah dan mengklarifikasi apa yang menjadi pertanyaan di masyarakat yang disampaikan melalui media.

Melalui pesan WhatsApp, Kepala Desa Kepuh Adeng Ramli menyampaikan “kalau memang warganya merasa curiga adanya penyimpangan terkait anggaran dana desa yang dipergunakan untuk penanganan Covid-19 yaitu pengadaan masker dan lainnya, sebaiknya datang langsung ke desa atau bisa menyampaikan aspirasinya melalui BPD dan bukan kepada Media,” Katanya, Rabu (16/12/2020).

Dikatakannya, “Seperti yang telah kami disampaikan pada Cyber88.co.id sebelumnya, bahwa anggaran dana desa yang dialokasikan untuk penanganan Covid-19 sudah dilaksanakan sesuai dengan peraturan.

Sebelumnya, Adeng Ramli telah menjelaskan warga Desa Kepuh berjumlah 3400 jiwa. Sesuai ketentuan, kalau setiap warga akan diberikan masker sebanyak 2 buah per jiwa, maka dibutuhkan masker sejumlah 7000 buah. Maka, pihak Pemerintah Desa pun membeli sebanyak 7000 masker.

Dalam hal ini, Kepala Desa tidak bekerja sendiri dan mempercayakan kepada Sekretaris Desa bahkan, bekerja sama dengan RT dan RW, bahkan di monitoring juga oleh Bhabinkamtibmas dan Babinsa. Hal ini dilakukan supaya semua pihak yang terlibat dapat saling mengkoreksi, “Ungkap Adeng.

Adeng Berharap, warga Desa Kepuh, tidak mudah percaya begitu saja dengan isu-isu yang tidak jelas. Hendaknya diteliti terlebih dahulu kevalidannya apakah yang disampaikan pada media tersebut benar atau salah.

Karena, lanjut Adeng kalau sudah jadi berita dan kita share kembali akan menambah banyak orang orang yang menerima berita-berita yang kurang jelas kebenarannya.

Sebab, dampak yang terjadi atas adanya berita tersebut adalah timbulnya pro kontra dalam masyarakat khususnya warga Desa Kepuh yang berimbas pada ketidakpercayaan atas penyelenggaraan kegiatan kegiatan dana desa yang selama ini sudah berjalan baik sesuai spesifikasi dan RAB yang sudah ditentukan. Dan selalu ada monitoring berkala dari Dinas Pemberdayaan Masyarakar Desa Kabupaten Majalengka.

Untuk itu, bilamana ada informasi yang kurang jelas warga hendaknya bersikap proaktif dan dan memberikan masukan yang konstruktif bukan malah bersifat destruktif. “Demikian tanggapan Kepala Desa Kepuh Adeng Ramli atas pernyataan sebagian warganya. (Tatang)

Komentar Via Facebook :