Curah Hujan Tinggi, Petani Swadaya di Inhu Terancam Gagal Panen
CYBER88 | INHU- Akibat curah hujan tinggi yang mengguyur kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), sejak beberapa minggu belakangan ini, dari pagi hingga malam kembali lagi kepagi hujan tak juga reda mengakibatkan semua aktifitas terhambat.
Tidak hanya itu, curah hujan tinggi yang mengguyur kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) juga mengancam nasib para petani yang bergantung kepada hasil bercocok tanam, seperti yang dialami seorang petani cabai, Jumadi menjelaskan akibat curah hujan yang terus mengguyur Inhu sejak pertengahan Desember lalu sampai awal Januari berimbas pada tanaman cabainya.
“Harusnya sudah panen, tapi lihat dari kondisi cabainya seperti ini tidak bisa dipanen, dan harusnya awal bulan maret sudah panen tapi karena kondisinya seperti ini susah, sudah rugi puluhan juta untuk lahan hampir satu hektar, dan pohon cabai yang sering terkena hujan bisa menyebabkan keriting daun, akibatnya benih cabai tidak bisa tumbuh dan bisa mengakibatkan cabai mati, dan saya sudah tiga kali beli benih cabai untuk mengganti benih cabai yang mati, selain rugi benih, juga rugi tenaga kerja, waktu dan pupuk.” Urainya pada Sabtu (16/01/2021)
Kondisi lahan yang selalu lembab dan basah karna terendam banjir, benih cabai rawan terkena penyakit seperti keriting daun dan layu, bakteri hingga mengakibatkan pokok cabai mati.
“Susah kalau sudah kena keriting daun, harus secepatnya tanamannya diganti, kalau tidak, percuma saja dan kalaupun kita mau mengganti, kita juga berfikir sepuluh kali untuk menggantinya sebab jika curah hujan tetap seperti ini akan percuma juga,” tutup Jumadi, Sabtu (16/01/2021)


Komentar Via Facebook :