Budidaya Lebah Madu Klanceng Desa Karya Mulya Kota Prabumulih

Budidaya Lebah Madu Klanceng Desa Karya Mulya Kota Prabumulih

CYBER88 |Prabumulih - Kota Prabumulih yang disebut kota nanas ini juga memiliki  keunikan tersendiri. Pak Sumarno seorang warga  di Desa Karya Mulya, Kecamatan Rambang Kapak Tengah (RKT), Kota Prabumulih, Provinsi Sumatera Selatan ini mengembangkan budidaya tawon klanceng (trigona) atau kelulut. Pekerjaan sehari-harinya selain sebagai petani karet juga sebagai Kepala Dusun lll, Unit 7 cukup berpengalaman dalam  bidang pertanian dan budidaya lebah dan beliau anggota dari Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) .  Lebah klanceng ini adalah prodiksi madu yang sangat besar manfaatnya untuk kesehatan.

 Kepada awak media, pak Sumarno menjelaskan  "yang mendorong saya tertarik dengan budidaya lebah madu klanceng karena bisnis yang tidak bermodal dan cukup menjanjikan, bibit lebah klanceng diperoleh dari hutan dan madu banyak manfaatnya misalnya untuk diabetes (luka luar), untuk mengobati maag kronis (asam lambung), terapi pengobatan stoke,  menguatkan fungsi jantung dan ginjal, meningkatkan stamina, meningkatkan vitalitas, menetralkan darah tinggi dan rendah, mendetox racun dalam tubuh."

Perbedaan madu klanceng dengan madu lebah lain bahwa madu klanceng mempunyai ciri khas dan aroma tersendiri, mengandung propolis yang tinggi disamping kandungan vitamin dan mineral, senyawa fenol, dan enzim lainnya.

 Jumlah kotak lebah yang dimiliki pak Sumarno ada 30 kotak, yang setiap kotaknya dimusim panen atau musim bunga bisa menghasilkan madu murni 2 ons. Selain  dikonsumsi sendiri juga dijual botol kecil  85 ml seharga Rp 80.000,-. Saat ini pak Sumarno sebagai ketua kelompok, baru mempunyai lima belas (15) anggota , yang tergabung dalam suatu wadah atau lembaga LPMP-PONDASI (Pondok Aspirasi) yang diketuai oleh Belly Bratasena dan sudah ada  izinnya.  Sabtu, (30/01/21). (red/dwi)

Komentar Via Facebook :