Mabuk Tuak, Cekcok Akhirnya Tikam Kawan Sendiri
CYBER88 | Medan - Korban tewas ditikam usai terjadi cekcok pada Minggu (21/3/2021). Gading Wijaya Manurung (53) dan Abadi Berutu alias Buyung (45) adalah sesama sopir angkot yang biasa mangkal di Kecamatan Medan Denai.
Pada Sabtu (20/3/2021) sekira pukul 23.30 WIB, Gading Wijaya Manurung dan Abadi Berutu alias Buyung bertemu di warung tuak kawasan Perumnas Mandala tepatnya di Jalan Garuda Raya, Perumnas Mandala, Kecamatan Medan Denai dimana keduanya menenggak tuak bersama hingga diduga mabuk. Senin, (22/03/21).
Dalam kondisi mabuk tuak itu, keduanya terlibat cekcok dan adu mulut.
Kemudian Abadi Berutu alias Buyung pergi meninggalkan lokasi. Dia pulang ke rumahnya di kawasan Perumnas Mandala dan kembali lagi ke kedai tuak mencari Gading Wijaya Manurung.
Setelah bertemu, tanpa basa-basi pelaku menghujamkan pisau ke tubuh Gading Wijaya Manurung. Seketika korban roboh bersimbah darah.
Karena mengalami sembilan luka tusuk, korban yang merupakan warga Jalan Pertiwi Baru, Kecamatan Medan Tembung itu akhirnya meninggal dunia.
Warga yang mengetahui kejadian itu kemudian membawanya ke Rumah Sakit Muhammadiyah di kawasan Tegal Sari Mandala (TSM).
Sebelumnya, Lala Manurung (anak korban,red) mengatakan bahwa ayahnya pergi dari rumah pamit untuk mencari penumpang.
Namun, jelang tengah malam, dia mendapat kabar bahwa ayahnya sekarang dirawat di RS Muhammadiyah, Tegal Sari Mandala.
"Dapat telepon dari kakak, aku langsung menuju ke rumah sakit Muhammadiyah. Ada yang ngantar sepeda motor bapak ke rumah sakit, katanya bapak ditikam di Jalan Rajawali, pangkalan angkot 40. Sesampainya kami di rumah sakit, bapak sudah meninggal dunia," ucapnya sedih.
"Pelaku kami amankan pada Minggu (21/3/2021) kemarin. Saat ini masih dalam pemeriksaan," ucap Kapolsek Percut Seituan, AKP Jan Piter Napitupulu, Senin (22/3/21).
Saat kru media bertanya dimana pelaku ditangkap, Jan Piter enggan menjelaskan. **


Komentar Via Facebook :