Pengunjung Tempat Ziarah Keluhkan Gua di Sancang Digembok
CYBER88 | Garut -- Cerita sejarah masa lalu tentang seorang Maharaja yang terkenal akan kesaktianya dikenal dengan nama Prabu Siliwangi Raja Pajajaran, tentunya cerita tersebut bukan hal yang asing ditelinga khususnya penduduk Jawabarat.
Di beberapa tempat banyak sekali petilasan (bekas) tempat bertapa Prabu Siliwangi, bahkan ada sebagian tempat yang diakui masyarakatnya tempat Moksa atau (Tilem) menghilang tanpa jejak.
Di Jawa Barat wilayah selatan, ada hutan cagar alam yang dikenal angker, yaitu Hutan Sancang yang konon cerita di tempat tersebut sang raja pernah bertapa dan moksa di sana ketika dikejar anaknya, Raden Prabu Kiansantang.
Kini, tempat tersebut dijadikan Wisata Religi yang ada di kawasan Hutan Sancang, Desa Sancang, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut.
Baca Juga : Dadang Buaya Pukul Jaka sang Nelayan di Pantai Sayang Helang, Selanjutnya Bertarung dengan Anggota TNI
Dari mulai masuk wilayah Kampung Sancang, mungkin buat sebagian orang sudah bisa merasakan aroma mistis di tempat tersebut.
Terlihat di sebagian rumah penduduk, di kanan dan kiri ada rumah yang bertuliskan "juru kunci" (kuncen) di gua tertentu, dikarenakan di wilayah tersebut banyak pilihan tempat untuk berziarah mendoakan leluhur atau mungkin berbagai keinginan yang lain.
Namun menurut salah seorang pengunjung, Nadi, asal Garut, ia sangat menyayangkan ada sebagian tempat (gua) yang dikunci gembok. Kuat dugaan, tempat tersebut seolah dimiliki oleh seorang juru kunci gua tersebut untuk dikomersilkan.
Padahal menurutnya, Hutan Sancang adalah hutan wilayah Perum Perhutani dan di sana terdapat cagar alam, tentunya tidak harus dimiliki oleh seseorang.
Apalagi, kata dia, mengunci gembok tempat ziarah yang sifatnya umum. Ia menilai, kuat dugaan dipakai ajang bisnis dan dikomersilkan juru kunci.
Ia berharap kepada pihak yang berwajib, untuk menangani hal ini. Ia meminta pihak terkait supaya segera menertibkan tempat- tempat ziarah, wisata religi supaya membuka kunci gembok tempat ziarah tersebut tanpa harus dimiliki oleh seseorang juru kunci, supaya tidak ada persaingan antara Juru Kunci. [Koes].


Komentar Via Facebook :