Balita Makan Batu yang Viral di Medsos, Dapat Perhatian Kapolres Indramayu
CYBER88 | Indramayu -- Seorang balita berusia 3 tahun bernama Ibnu di Desa Tulungagung Blok Pande No. 068 Rt. 08/02, Kecamatan Kertasemaya, Kabupaten Indramayu memiliki kebiasaan memakan batu bata. Kebiasaan tak lazim dilakukan balita bernama Ibnu tersebut diketahui sejak sebulan lalu.
Adanya hal tersebut, mendapat perhatian dari Kapolres Indramayu AKBP Hafidh S Herlambang.
Melalui Sat Binmas Polres Indramayu Polda Jabar, dipimpin Kasat Binmas Iptu Harry S bersama dengan Kanit PPA Iptu Hapsari, Minggu (13/6) melakukan kunjungan Silahturahmi sekaligus pengecekan terhadap anak pemakan Batu tersebut.
Kasat Binmas Iptu Harry menyampaikan, bahwa kunjungannya tersebut sebagai bentuk perhatian terhadap Ibnu (3) tahun balita pemakan batu dan keluarga.
“Menurut keterangan dari saudari Junani, Ibu dari balita tersebut, bahwa anaknya mulai memakan batu atau mengunyah batu diketahui sekitar bulan Maret 2021 lalu, “Kata Harry mewakili Kapolres Indramayu.
“Apabila sendirian, Ibnu terlihat sering mengunyah batu, dan bukan hanya itu, balita itu juga sering memakan pasir,”Tambah Kasat Binmas.
Pada kesempatan itu, Polisi memberikan pengarahan dan juga penyuluhan kepada Ibu Junani agar jangan mengabaikan kebiasaan anaknya yang suka mengunyah dan memakan batu bata atau pasir yang nantinya bisa saja menggangu sistem pencernaan, juga kesehatan.
Selain itu, menyarankan agar Ibu kandungnya mendatangi Puskesmas terdekat untuk melakukan pengecekan terhadap kesehatan saudara Ibnu.
Sat Binmas juga memberikan bingkisan sebagai bentuk perhatian kepada Ibnu dan keluarga dengan didampingi Perangkat Desa Lurah Tulungagung Junadi.
“Adapun rencana tindak lanjut, Berkoordinasi kembali dengan Dinas Kesehatan atau Puskesmas terdekat, dan melakukan pemantauan terhadap perilaku dan kesehatan saudara Ibnu,” ungkap Iptu Harry didampingi Paur Humas Polres Indramayu, Ipda Agus Setiawan.
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Erdi A. Chaniago menambahkan, Ibunya sering melarang agar anaknya tidak memakan batu dan pasir, namun balita yang belum bisa bicara tersebebut kerap marah dan menangis saat dilarang.
“Tetangga setempat yang juga keluarganya juga berusaha mencegah anak tersebut agar tidak memakan batu dan pasir, ”tambahnya. [*sr


Komentar Via Facebook :