Anton Charliyan Ajak Masyarakat Dukung Pemerintah dalam Kebijakan PPKM

Anton Charliyan Ajak Masyarakat Dukung Pemerintah dalam Kebijakan PPKM

CYBER88 |Tasikmalaya – Pemerintah melalui Menteri Dalam Negeri mengeluarkan Inmendagri No.18/2021 tentang Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Covid-19 di Wilayah Jawa dan Bali yang sudah dimulai sejak tanggal 3 juli dan diberlakukan hingga 20 juli mendatang.

Bahkan teranyar, pemerintah juga memberlakukan PPKM darurat di 15 wilayah yang ada di luar pulau jawa bali yang akan diberlakukan mulai tanggal 12 juli mendatang.

Langkah tersebut dilakukan guna mengantisipasi penyebaran virus Covid-19 yang lebih merebak setelah beberapa pecan terakhir terjadi lonjakan kasus orang terpapar.

Adanya kebijakan tersebut, ternyata memicu terjadinya Pro dan Kontra di tengah masyarakat. Sejumlah pihak mensinyalir, adanya kelompok yang Kontra gencar mempengaruhi masyarakat agar menentang kebijakan PPKM Darurat tersebut. Bahkan mereka mengkaitkannya dengan kepentingan politik dan melontarkan komentar miring pada Pemerintah.

Menyikapi hal ini, mantan Kapolda Jabar lrjen Pol (Purn) Drs.H.Anton Charliyan, MPKN mengungkapkan, katanya, Pro dan Kontra soal ada tidaknya Covid-19 maupun terhadap kebijakan penerapan PPKM Jawa-Bali, ltu hal biasa.

Tetapi yang membuat prihatin saya adalah, "adanya kelompok tertentu yang memprovokasi masyarakat untuk tidak percaya adanya Virus Corona atau Covid- 19 yang dikaitkan dengan Agama.

Sehingga mereka menentang kebijakan PPKM yang diberlakukan pemerintah dengan tujuan untuk mencegah penularan yang lebih meluas, “ungkapnya. 

Pria yang kerap berpakaian Sunda dan akrab di sapa Abah Anton itu juga mengatakan, bahwa Covid-19 memang benar adanya dan melanda seluruh Negara di dunia. Ketika masyarakat tidak mematuhi Prokes, Dampaknya sangat besar.

Kata Abah Anton, kita ambil contoh India 'Festival keagamaan Kumbh Mela di Sungai Gangga di wilayah utara Kota Haridwar dikunjungi oleh 5 juta peziarah Hindu yang datang dari berbagai daerah di India, Sebagian besar yang datang ke acara itu tidak mengenakan masker.

Setelah berendam di Sungai Gangga ternyata lebih dari 200.000 kasus baru bertambah selama 24 jam terakhir, Dengan  total Infeksi menjadi 13,9 juta di seluruh negeri.

Kemudian, angka kematian turut bertambah 1.027, menjadi 172.085 korban jiwa. Pada mulanya mereka percaya bahwa Maa (Ibu Gangga) akan menyelamatkan mereka dari pandemi ini, tapi kenyataannya terbalik, “bebernya.

Oleh karena itu, Abah Anton tidak mau kejadian di India akan menimpa di Indonesia, karena ketidak disiplinan masyarakat Protokol Kesehatan, terutama saat diberlakukannya PPKM darurat.

“Tujuan Pemerintah memberlakukan PPKM itu kan jelas sekali, yaitu untuk mencegah lonjakan Covid-19 yang mengancam keselamatan masyarakat Indonesia, terutama munculnya varian baru Virus tersebut, Jelasnya.

Mantan Kadiv Humas Polri ini meminta kepala seluruh elemen masyarakat, terutama tokoh masyarakat maupun tokoh Agama, agar mendukung langkah Pemerintah dalam upaya mencegah penularan Virus Covid- 19 di Indonesia. Baik itu, vaksinasi massal, protokol kesehatan juga PPKM dan upaya lainnya.

Dia melanjutkan, bagi yang tidak setuju dengan kebijakan Pemerintah, misalnya soal vaksinasi atau PPKM darurat, terutama dari tokoh masyarakat maupun tokoh Agama atau dari kelompok tertentu, agar menahan diri dan tidak melontarkan stetmen-stetmen yang justru dapat memprovokasi masyarakat, yang kemudian menghambat langkah Pemerintah dalam mencegah terjadinya lonjakan pandemi Covid-19,

Abah Anton mengaku prihatin ketika menonton video yang viral dimana seorang emak emak (diketahui bernama Yulianti) yang seenak udelnya mengajak masyarakat agar tidak percaya Covid-19, dengan latar belakang kerumunan masyarakat sedang makan-makan di sebuah restaurant di Padang. Bahkan dia menyebutkan 'Pemerintah dzolim' karena menerapkan PPKM.

Akibat perbuatan isengnya itu dia dapat terancam kurungan hingga 5 tahun penjara. Juga banyaknya pelaku usaha kecil yang melanggar saat berlangsungnya PPKM dan kena masalah tipiring oleh Satgas Covid-19.

Kalau sudah begini kasihan juga mereka, seperti halnya emak-emak yang viral tersebut, yang katanya cuma iseng bikin video.

Resikonya harus berurusan dengan pihak berwajib. Apalagi dia melontarkan kata-kata Pemerintah dzolim dan lainnya. Apa maksudnya dengan berbuat begitu?,

Covid-19 bukan hanya melanda Indonesia, tapi seluruh dunia, ucapnya.

Abah anton mengajak kepada media untuk turut serta dalam mendukung langkah Pemerintah mencegah penularan Covid 19,

Menurut dia, Peran media sangat besar dalam menyampaikan lnformasi yang benar terkait wabah Virus Covid-19 serta langkah Pemerintah agar Indonesia terbebas dari Virus Covid-19.

Jangan malah apabila ada masalah di lapangan ikut menabuh genderang menjadikan suasana lebih gaduh dan panas seperti kesalah fahaman anggota Paspampres dengan petugas lapangan, Padahal semua sedang berjuang untuk mencegah Covid- 19, terus ramai-ramai diviralkan lalu maksudnya apa?.

Pokoknya Stop!!, Bila perlu boikot hal-hal yang merugikan pelaksanaan program pencegahan Covid-19 ini sekecil apapun.

Apalagi menurut Informasi yang saya peroleh, Banyak rekan  wartawan yang bertugas di lapangan terpapar Covid-19 juga. Kondisi ini sangat memprihatinkan.

“Karena itu saya menghimbau kepada rekan-rekan wartawan yang bertugas di lapangan agar selalu, Menjaga Kesehatan, Mengkonsumsi Makanan Bergizi, Mematuhi Protokol Kesehatan, Serta turut membantu menyampaikan lnformasi yang benar.

Hal itu tentunya agar masyarakat tahu soal penularan Covid-19 dan kebijakan Pemerintah dalam mencegahnya melalui program vaksinasi massal maupun pemberlakuan PPKM dan lainnya, “pungkasnya. (*dfn).

Komentar Via Facebook :