Program Rutilahu Belum Menyeluruh, Bencana Mengintai Penghuninya
CYBER88 | Serang -- Remaja bernama Muhammad Nasrul (18) tinggal seorang diri, di rumah yang nyaris roboh yang terletak di Kampung Kayu Areng, RT 001 RW 006, Desa Parigi, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, Banten.
“Mau bagaimana lagi, adanya seperti ini ya saya terima saja. Saya sudah tidak bisa apa-apa. Kalau hujan semua bagian rumah bocor, saya harus cari tempat berteduh agar tidak terkena air hujan,” kata Nasrul saat ditemui di rumahnya, Senin (12/7/2021).
Nasrul mengungkapkan, bahwa ia tinggal seorang diri karena Ibunya (Jubaedah) telah meninggal dunia, dan kakak perempuannya bernama Sanemah sedang bekerja di Jakarta.

“Saya tinggal disini sendiri, karena kakak perempuan saya bekerja di Jakarta, rumah rusak karena hujan deras waktu itu Pak, ini sudah agak mending karena di bantu warga sekitar, sebelum dibantu warga terlihat acak-acakan Pak,” katanya.
Nasrul juga mengungkapkan, bahwa rumahnya sudah pernah di ajukan bedah rumah, sekitar enam tahun yang lalu, namun bantuan itu belum juga turun.
“Sudah diajukan program bedah rumah ke Desa waktu itu, tapi belum juga turun bantuannya sampe, sekarang,” ungkapnya.
Nasrul berharap ada bantuan pada rumahnya, terutama di bagian atap. Keinginan untuk bisa berkarya sendiri agar tidak merepotkan nantinya menjadi keinginan yang ingin diwujudkan setelah ia ditinggal ibunya.
Sementara itu Kepala Desa Parigi Abdulqodir Graham mengatakan, bahwa pihaknya masih menunggu dari Bupati.
“Itu merupakan program Bupati, yakni pemerintah daerah (Pemda), ya sampai saat ini satu pun belum ada yang dibangun.” ujarnya.
Sekdes Parigi menambahkan, dirinya sudah dihubungi Camat terkait Program Rutilahu yang diajukan almarhumah Jubaedah, ibu Nasrul.

Ditempat terpisah, Camat Cikande yang dihubungi melalui whatsapp menyampaikan, ia mengucapkan terima kasih atas informasi yang disampaikan.
“Terima kasih infonya, saya akan segera koordinasikan dengan Dinsos,” tulisnya singkat kepada awak media
Sementara, Sarmah salah seorang tetangga membenarkan kodisi rumah Nasrul yang mau roboh.
“Rumah itu mau roboh pak, untung ada bantuan dari Bapak Kemi dari Kayu areng Bakung yang memberikan bantuan berupa bambu untuk tulak (menopang).
“Tolong pak disampaikan ke pemerintah supaya mendapat bantuan bedah rumah,” pinta Sarmah. (jaka)


Komentar Via Facebook :