“Suling Tambur” Salah Satu Identitas Masyrakat Raja Ampat
CYBER88 | Raja Ampat -- Setiap daerah pasti mempunyai budaya masing-masing. Sama halnya di Kabupaten seribu pulau (Raja Ampat) mempunyai beragam budaya salah satunya suling tambur.seni budaya ini merupakan salah satu identitas masyrakat di Raja Ampat.
Festival suling tambur ini telah di laksanakan sebanyak empat kali semenjak masa kepemimpinan bapak AFU (Abdul Faris Umlati) Bupati Kabupaten Raja Ampat Sebagai upaya pengembangan dan promosi budaya lokal pada dunia. Festival suling tambur kini telah menjadi kegiatan tahunan di kabupaten Raja Ampat.
Festival suling tambur ini pertama kali diselenggarakan di Waisai ibu kota Raja Ampat, kedua di kampung kabare Distrik Waigeo Utara, ketiga di Kampung Paam Distrik Waigeo Barat Kepulauan dan yang ke empat adalah kampung Wejim Distrik Kepulauan Sembilan.
Festival Suling Tambur keempat yang diselenggarakan di Kampung Wejim ini dibuka pada tanggal 10 Oktober dan berlansung hingga tanggal 11 Oktober. yang dibuka lansung oleh Bupati AFU didampingi Wakilnya Orideko I. Burdam serta Forkopimda yang hadir.
Dalam kegiatan Festival ini panitia telah menyediakan ratusan juta bagi peserta lomba suling tambur baik yang pemperoleh juara.yang tidak memperoleh juara punvakan tetap di apresiasi berupa uang binaan. Sebagaimana yang disampaikan oleh KetuabPanitia Muhidin Tafalas dalam laporanya pada pembukaan Festival, Kamis (10/11) hari kemarin.
"Festival suling tambur Raja Ampat ini memperebutkan total hadiah sebesar 300 juta rupiah, dengan hadiah utama sebesar 100 juta rupiah dan hadiah diberikan kepada 5 besar yakni juara 1,2,3,4 dan 5. Sementara yang belum juara panita akan memberikan apresiasi.
Dana dari kegiatan Festival Suling Tambur ini bersumber dari APBD Raja Ampat T.A 2021, "Tambah Muhidin"
Segenap masyarakat begitu antusias dalam Kegiatan hingga kegiatan berlansung meriah dan penuh kekeluargaan. Itu terlihat dari parade suling tambur yang peserta lombanya adalah perwakilan distrik se-kabupaten Raja Ampat.
Dalam kesenpatan itu, Bupati Raja Ampat menyampaikan, "Festival Suling Tambur merupakan wadah pelestarian budaya dan kearifan lokal masyarakat Raja Ampat. Sehingga Ia berharapa agar kedepannya semakin banyak peserta yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
"Festival Suling Tambur ini merupakan program tahunan pemerintah Raja Ampat yang bertujuan menjaga nilai-nilai seni dan budaya termasuk kearifan lokal yang ada di Raja Ampat, khususnya masyarakat Raja Ampat," ujar bupati Abdul Faris Umlati, kepada media usai membuka acara tersebut.
Selain itu Abdul Faris Umlati juga mengatakan, kedepan pemerintah Raja Ampat akan menggelar Festival 1000 Suling dan Tambur, dengan target memecahkan rekor Muri.
“Kedepan saya bersama pak wakil bupati, kami mengagendakan Festival seribu Suling dan Tambur di kabupaten Raja Ampat, dengan target pecahkan rekor Muri,” terangnya
Adapun distrik-distrik yang berhasil merebut juara dalam Festival Suling Tambur kali ini adalah, Distrik Kepulau Ayau, Distrik Tiplol Mayalibit, Distrik Supnin,Distrik Waisai Kota dan Distrik Kepulauan sembilan.
Juara 1 diraih oleh Distrik Kepulauan Ayau dengan hadiah uang sebesar Rp 100 juta serta membawa pulang piala bergilir yang kembali dilombakan pada Festival kali ini.
Juara 2 diraih oleh distrik tiplol mayalibit dengan total hadiah sebesar 75 juta Rupaiah dan 1 buah Piala, Juara 3 diraih oleh distrik supnin dengan hadiah sebesar 50 juta Rupaia uang pembinaan dan 1 buah Piala, Juara 4 diraih oleh distrik waisai kota dengan total hadiah sebesar 25 juta serta 1 Piala.
Sementara juara 5 diraih oleh distrik kepulaun sembing dengan nominal hadiah sebesar 10 juta dan juga 1 buah Piala.
Seluruh rangkain kegiatan pun berjalan lancar dengan baik. Kegiatan Festival Suling Tambur kemudian ditutup oleh Wakil Bupati Kabupaten Raja Ampat, Orideko I. Burdam bersama para Forkopimda yang hadir pada kamis (11/11/2021) tadi malam. (Satria)


Komentar Via Facebook :