Hasanul Arifin, Aktivis Lingkungan Beri Apresiasi Kapolda Riau Terkait Penangkapan Ilog di Riau

Bung Arif : Kapolda dan Jajarannya Bergerak, Para Kapolres Kelabakan

Bung Arif : Kapolda dan Jajarannya Bergerak, Para Kapolres Kelabakan

Hasanul Arifin, Ketua Aktivis Lingkungan Riau (ist)

CYBER88 | Pekanbaru - Maraknya penangkapan kayu ilegal yang dilakukan Tim Polda Riau beberapa hari ini mendapat apresiasi dan kritikan dari seorang Aktifis Lingkungan Hidup. Kamis, (18/11/21).

Bung Arif panggilannya. Melanglang buana dari aktivis lingkungan ke kancah politik sebagai Tim sukses Jokowi, tidak serta merta membuat nurani dan pandangannya buyar akan kerusakan lingkungan baik oleh perusahaan hingga oknum ilegal logging.

Kali ini bung Arif bersuara akan giat Polda Riau yang mulai bergerak seret para pejabat mafia ilegal di Riau.

Kepada kru media CYBER88 di Wareh Kupie Arifin Ahmad, bung Arif bercerita perihal tangkapan kayu ilog oleh jajaran Polda dan Tim.

"Wah mantap, saya apresiasi keseriusan dan komitmen terhadap kapolda Riau dan jajarannya dalam penegakan UU dan menyelamatkan kekayaan milik negara, tapi saya harapkan pengusutan perkaranya tidak hanya tentang aktivitasnya saja tetapi siapa saja yang terlibat dlm pembiaran itu.

Kapolda dan jajarannya bergerak, para kapolres kelabakan, satu per satu polres mulai bergerak di saat hutan hutan aset kekayaan negara mulai habis.

Pertanyaan saya, kenapa baru skrg di mulainya, apa kayu kayu itu lebih kecil dari pada paket narkoba atau suara mesin potong nya lebih halus dari pada orang orang yang berbisik-bisik ya pak.

Dimana APH negeri ini di saat kekayaan negara di habis di curi, miris memang melihatnya. Namun inilah nasib bumi pertiwi ku.

Dugaan saya mustahil APH setempat tidak mengetahui aktivitas tersebut, karena kayu kayu hutan yang mereka tebang itu bukanlah hal yang di ukur sebesar atau lebih kecil dari bungkusan paket sabu sabu. Dan suara mesinnya juga tidak sekecil org yang sedang berbisik bisik.

Jika Polda Riau sudah ambil start terkait penangkapan Ilog, bagaimana kinerja dari Kadis Kehutahan, perkebunan propinsi dan kabupaten serta bupati dan sekdanya?! 

Seyogyanya tugas mereka yang digaji dari pajak negara dalam kewajibannya menjaga kekayaan negara dan daerah. Jangan ada dugaan ada main mata dengan kegiatan ini. Riau kaya sumber daya alam, namun miskin sumber daya manusia yang peduli akan orang lain," tukas bung Arif.

Komentar Via Facebook :