Syafri Harto Bumerang Bagi Universitas Riau Terkait Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Terhadap Salah Satu Mahasiswi Fisip HI Saat Adakan Bimbingan Proposal

"Bibir Mana Bibir", Syafri Harto Dosen FISIP HI Unri Sah Menjadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan

"Bibir Mana Bibir",  Syafri Harto Dosen FISIP HI Unri Sah Menjadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan

Syafri Harto, Dosen FISIP HI Unri

CYBER88 | Pekanbaru - Kasus "Bibir mana bibir" "i Love You" hingga pernyataan melalui konferensi pers kepada media, Syafi Harto akan bayar 10M rupiah karena akun komahi_ur diduga telah mencoreng kredibilitas nya di dunia pendidikan dan bahkan mengklaim itu salah satu taktik untuk menggagalkan pencalonan nya menjadi seorang Dekan di Universitas Riau akhirnya terjawab sudah. Kamis, (18/11/21).

Setelah melakukan upaya proses penyelidikan hingga meminta keterangan saksi-saksi serta barang bukti, Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Polda Riau menetapkan Dekan Fakultas Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Riau (Unri) Syafri Harto sebagai tersangka kasus dugaan pencabulan.

Hal itu dikatakan Kabid Humas Polda Riau, Kombes Sunarto Kamis (18/11/2021) pagi.

"Setelah melalui proses penyelidikan, keterangan saksi2 dan barang bukti yang sudah diamankan, penyidik meningkatkan statusnya ke penyidikan, selanjutnya dilakukan proses.

Dan melalui proses gelar perkara, telah ditetapkan status tersangka terhadap saudara SH dalam kasus tindak pidana dugaan perbuatan cabul," sambung Narto.

Bahkan penyidik kata Narto telah mengirimkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU).

"Penyidik akan segera melakukan pemanggilan terhadap SH untuk diperiksa sebagai tersangka," tukasnya.

Untuk diketahui, seorang mahasiswi Hubungan Internasional (HI) FISIP UNRI angkatan 2018 mengaku telah dilecehkan dosen pembimbingnya bernama Syafri Harto dilingkungan kampus.

Itu diungkapkan mahasiwi berinisial L di media sosial Instagram di akun @komahi-ur.

Dari pengakuan korban lewat video dan viral di medsos, sang dosen memeluk, mencium pipi dan kening, serta meminta bibirnya untuk dikecup dengan bahasa 'bibir mana bibir'.

Sebelum menjadi tersangka di berkas Polda Riau, Syafri Harto dengan percaya diri klaim dia tidak melakukan tuduhan seperti yang di ucapkan korban, hingga dengan lantang di depan beberapa media akan tuntut admin ig komahi_ur karena sudah menyebabkan fitnah dan berani mengeluarkan uang sebesar Rp 10 miliar agar admin komahi_ur di proses hukum.

Dan yang lebih lucu, adanya salah satu aktivis yang mengaku berkomitmen akan selalu ada di sisi Syafri Harto si predator seksual untuk mengembalikan nama dosen tersebut. Karena aktivis tersebut yakin Syafri Harto tidak bersalah.

Namun takdir berkata lain, tidak ada kejahatan yang sempurna. Kru media CYBER88 beri apresiasi ke Polda Riau karena bersikap netral. Bravo Polda Riau.

Syafri Harto, seorang yang berpendidikan namun tidak beretika menjadi bumerang tersendiri di dalam kampus Universitas Riau. ** (A. Rambe)

Komentar Via Facebook :