Dinilai Asal Jadi, Proyek Rehabilitasi Fungsi Jaringan Irigasi di Sungapan Cigombong Bogor Dipertanyakan Warga

Dinilai Asal Jadi, Proyek Rehabilitasi Fungsi Jaringan Irigasi di Sungapan Cigombong Bogor Dipertanyakan Warga

CYBER88 | Bogor -- Proyek rehabilitasi fungsi jaringan irigasi D.I (daerah irigasi) di Sungapan Desa Sorogol, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor Jawa barat disoal beberapa pihak. Pasalnya, proyek yang menelan anggaran miliaran rupiah yang bersumber dari DAK Pemkab Bogor tersebut baru beberapa hari selesai dikerjakan sudah banyak yang bocor. Bahkan terlihat plesterannya pun banyak yang retak dan mulai ada yang mengelupas.

Beberapa pihak menilai, pekerjaan yang dilaksanakan oleh CV Ciptalaksana Jaya itu dikerjakan asal jadi. Mereka pun menduga pekerjaan tersebut tak sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan oleh dinas terkait yaiutu Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Bogor. Padahal jelas-jelas terpampang di papan proyek tersebut ada Konsultan yang mengawal dan mengawasi yakni dari PT Angelia Oerip Mandiri.

“Kalau pembangunan kaya begini jangankan untuk dua tahun tiga tahun, mungkin hitungan bulan juga bisa ambrol, karna dilihat yang kerja juga kerjanya tidak apik. Mentang mentang borongan, rupanya pondasi juga tidak dalam. Yah… paling berapa centi, saya sebagai warga dan penerima manfat kalau lihat begini kecewa juga, Ucap salah satu warga sekitaryang tak mau disebut namanya pada Cyber88.co.id, Jum'at (19/11/2021). 

Ia mengungkapkan, Pengawasan pekerjaan konstruksi harus terencana, cermat dan tepat agar mencegah terjadinya penyimpangan antara yang direncanakan dengan yang dilaksanakan. Sehingga kualitas infrastuktur dapat dicapai sesuai dengan spesifikasi mutu yang telah tetapkan.

Kata dia, Pengawasan pekerjaan tujuannya untuk memastikan atau mengendalikan seluruh tahapan pekerjaan agar sesuai dengan standar mutu spesifikasi teknis, sehingga akan diperoleh hasil yang handal, berkualitas dan berkeselamatan.

“Sesuai ketentuan, dalam setiap rencana pembangunan yang akan dilakukan baik oleh Pemerintah Pusat maupun daerah, diperlukan pengawasan sejak awal yang dimulai dari perencanaan penyusunan rencana kerja dan anggaran (RKA) hingga tertuang dapam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA), “Jelas warga tersebut yang ternyata paham betul tentang regulasi.

“Peran masyarakat termasuk media dalam pengawasan juga sangat penting, “Imbuhnya.

“Patut juga dipertanyakan bagaimana pengawasan konsultan, sebagai tolak ukur pekerjaan bagus jelek, benar tidak? Sesuai apa tidaknya adalah konsultan, sebagai pengawasan proyek tersebut, “Ujarnya.

Dia berharap, dinas terkait turun ke lapangan untuk meng crosscek dan menyikapi hasil pekerjaan tersebut jangan sampai nantinya pejabat penerima hasil pekerjaan langsung menerima. 

“Sudah seharusnya dinas terkait turun kelapang untuk crosscek kelapangan, untuk menyikapi pekerjaan tersebut, apa lagi kalau sampai lolos PHO akan jadi pertanyaan nantinya, “Pungkas dia.

Sementara itu, menurut keterangan Ading, selaku pelaksana di lapangan terkait kondisi hasil pekerjaan yang disoal warga katanya, pekerjaan belum beres. Ia akan koordinasi dulu dengan Bos nya. 

“Kerjaan belum beres semua, saya mau kompirmasi dulu sama bos saya pak, terimakasih juga udah nengok kerjaan saya nanti saya kabarin lagi, “Kata Ading saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Jum’at (19/11). Sebelumnya awak media mendatangi Ading di kontrakannya sudah tidak ada dan menurut warga Ading sudah pulang karena pekerjaan sudah beres.

Sebagai informasi, sesuai yangtertera di papan proyek, Nilai kontraknya pekerjaan tersebut senilai, Rp 1,376.684.000,00, dengan No &tgl spmk : 610/c_28/rhb.pji/spmk/dpupr,tgl 25 agustus 2021 plaksanaan pekerjaan 120 seratus dua puluh hari calender. Pelaksana CV Ciptalaksana jaya. Konsultan pengawas, PT Angelia oerip mandiri

Komentar Via Facebook :