Alat berat buldozer tertangkap di dalam hutan kawasan dan keluar hingga ke Padang, DLHK Riau terkesan tidak bersalah

Hasanul Arifin : Dimana Letak Tugas dan Fungsi Gakkum DLHK Riau

Hasanul Arifin : Dimana Letak Tugas dan Fungsi Gakkum DLHK Riau

(insert) Hasanul Arifin ketua DPD LSM GEMPUR Riau (kiri bawah), Murod Kadis DLHK prov. Riau (kanan atas)

CYBER88 | Pekanbaru - Berbicara tentang kejahatan kehutanan terutama untuk hutan kawasan di Riau adalah hal sangat menarik untuk di kupas terlebih terhadap penegakan hukumnya.

Saat tim media CYBER88 mencoba menemui bung Arif sapaan akrab Hasanul Arifin seorang aktivis DPD LSM GEMPUR Riau yang getol menyoroti kinerja dari aparatur negara di salah satu cafe ternama, meminta tanggapan tentang kinerja dari KLHK Riau dan DLHK provinsi Riau tentang kinerja instansi tersebut sesuai dengan tupoksinya. Senin, (14/02/22).

"Jika berbicara tentang instansi KLHK dan DLHK propinsi Riau terus terang saya sampai saat ini belum melihat tentang keberhasilannya terhadap menjaga kawasan hutan dari pencurian, pengrusakan dan atau penggunaan kawasan hutan negara secara ilegal.

Kita lihat dari contoh kecilnya saja  tentang adanya penangkapan alat berat saat Operasi gabungan di Bukit Batabuh kabupaten Kuansing. Operasi yang dilakukan oleh DLHK bersama aparat gabungan itu kan di mulai dari gerakan Polda Riau pada pertengahan november 2021 lalu yang di pimpin langsung oleh kapolda Riau semasa Irjen pol Agung Setya melalui operasi udara dan terbukti operasi itu berhasil dengan menangkap ilog di Siak Kecil kabupaten Bengkalis.

Dan prestasi itu di lanjutkan oleh Polres Inhu yang juga dipimpin langsung oleh kapolres Inhu  AKBP Bactiar Alponso, dalam operasi ini jajaran polres Inhu juga menuai hasil yang menggembirakan dengan di tangkap nya penjahat ilog di daerah desa Rendan kecamatan Rengat Barat.

Nah dimulai dari sinilah DLHK provinsi Riau kelihatan mulai bergerak dan dalam operasi itu berhasil mengamankan alat berat yang di duga di gunakan untuk melakukan tindakan kejahatan ilog dalam bahasa lain menjarah, merusak kekayaan alam negara secara ilegal dalam kawasan hutan lindung Bukit Batabuh kabupaten Kuantan Singingi," jelas Bung Arif.

Bung Arif juga menjelaskan operasi di Bukit Betabuh di lakukan secara gabungan artinya keberhasilan operasi itu bukan ada pada KLHK atau DLHK provinsi Riau semata akan tetapi melibatkan unsur lainnya.

"Lantas pertanyaan saya, dimana letaknya tugas dan fungsi KLHK Riau dan DLHK Riau selama ini, padahal negara dan pemerintah daerah telah menyediakan fasilitas yang cukup dan anggaran yang besar dan sebagai wujud tanggung jawabnya. Prestasi apa yang telah di sumbangkan kepada daerah dan negara sebagai imbas balik perhatian dan fasilitas yang telah di sediakan oleh negara," ungkap bung Arif dengan nada sedikit kesal.

Selanjutnya Hasanul Arif yang juga sebagai ketua DPD LSM Gempur provinsi Riau menjelaskan, berbicara mengenai alat berat yang di katakan lepas dari pengawasan DLHK juga sangat menimbulkan pertanyaan besar di hati masyarakat terutama kami DPD LSM GEMPUR Riau.

"Kenapa bisa alat tangkapan yang di duga telah mencuri, merusak memporak porandakan hutan negara bergerak keluar dari TKP, padahal menurut keterangan dari Kasi Gakkum DLHK Riau yang saya baca melalui sumber berita di salah satu media online dikarenakan alat rusak dan Trado tidak bisa masuk ke kawasan itu.

Akan tetapi faktanya alat berat tersebut bisa keluar dari tkp dan tiba tiba sudah ada di Padang, Sumatera Barat.  Pertanyaannya kenapa kejahatan ini bisa terjadi, kenapa mereka bisa keluar alat, dimana dan apa tanggung jawab KPH kabupaten Kuansing, perlu saya sampaikan juga bahwa alat berat itu tidaklah sebesar paket narkoba dan suaranya tidaklah sesenyap suara lengkingan nyamuk," ucap bung Arif sambil tertawa kecil.

Terakhir bung Arif menyampaikan pesan kepada gubernur Riau untuk kembali mengevaluasi kepemimpinan dan kinerja kadis DLHK Riau Murod yang dianggap gagal dalam mengatasi sejumlah permasalah hutan di Riau serta lebih mengecewakan lagi seolah KLHK dan dinas DLHK provinsi Riau terkesan seperti tidak merasa bersalah.

Ketika kru media bertanya kepada Murod selaku Kadis DLHK Riau, Agus selaku Kasi LHK Riau terkait alat yang tertangkap namun BB sudah ada di Padang (Sumbar), via WhatsApp ke nomor masing-masing tersebut, tidak memberi jawaban alias diam.

Sementara saat kru mencoba bertanya kepada Abriman KPH Kuansing via WhatsApp, Abriman hanya menyampaikan "silahkan ke bapak Taufik sebagai Kabid, takut salah bicara,".

Kembali kru konfirmasi kepada Kabid Taufik, lagi lagi kru hanya diberi tanggapan dingin.

Komentar Via Facebook :