Aliansi BEM se Kota Pekanbaru Desak Syamsuar Atasi Kelangkaan Minyak Goreng di Riau

Aliansi BEM se Kota Pekanbaru Desak Syamsuar Atasi Kelangkaan Minyak Goreng di Riau

CYBER88 | Pekanbaru – Kelangkaan minyak goreng jelang bulan suci Ramadahan tahun ini sudah mulai terasa. Selain di pulau Jawa, kelangkaan minyak goreng sudah terasa hingga ke Riau. 

Hal aneh bagi negara penghasil CPO terbesar dimana masyarakat diharuskan antri minyak goreng membuat mahasiswa dari berbagai universitas Riau gerah.

BACA JUGA : Kemendagri dan Menko Perekonomian RI Tetapkan HET Minyak Goreng Curah

Ratusan mahasiswa dari gabungan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) perguruan tinggi di Pekanbaru, Rabu sore (16/3/2022) sekira pukul 14.30 WIB "menghiasi" kantor Gubernur Riau.

BACA JUGA : Minyak Goreng Langka di Kuansing Polres dan Pemda Sasar Berbagai Tempat

Mereka mendesak Gubernur Riau H Syamsuar segera mengatasi kelangkaan minyak goreng (migor). 

Ratusan mahasiswa yang mengenakan jas almamater mereka masing masing selain berorasi di gerbang masuk kantor Gubernur Riau, Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru juga mengusung beberapa spanduk. Di antara yang cukup ‘’menggelitik’’ pengguna jalan yang sempat melihat spanduk itu berbunyi ;

‘’DI ATAS MINYAK, DI BAWAH MINYAK, TETAPI KITA KRISIS MINYAK!”

Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi, Jimmy Putra Nasution di sela sela aksi unjukrasa damai itu, mengaku miris terhadap kondisi Provinsi Riau. 

Betapa tidak sebagai produsen minyak kelapa sawit atau Cruel Palm Oil (CPO) terbesar kedua di Indonesia, tetapi minyak goreng langka.

Salah satu pengumuman di sebuah minimarket terkait harga minyak goreng yang melambung tinggi (ist/int)

‘’Kita meminta keseriusan bapak Gubernur Riau Syamsuar bersama stafnya dari Dinas Perdagangan dan instansi terkait lainnya untuk memantau distribusi minyak goreng,’’ tukasnya.

Usai berorasi, para pengunjukrasa dari Aliansi BEM se Kota Pekanbaru ini diterima Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) M Taufiq.

Kepada mahasiswa yang menggelar aksi, Taufiq menyebut kelangkaan migor itu tidak saja terjadi di Riau tetapi juga di daerah daerah lainnya di Indonesia. Namun, penyebab langka migor itu berbeda di setiap daerah.

Kalau di Riau, sebutnya, kelangkaan disebabkan permintaan yang tinggi. Namun, beberapa langkah cepat sudah dilakukan, seperti Inspeksi Mendadak (sidak) di beberapa gudang, operasi pasar.

‘’Antisipasi kelangkaan minyak goreng ini sudah lakukan. Tadi barusan saya mengecek ke tempat yang sudah ditunjuk Kemendag. Dua minggu lalu saya juga sudah zoom meeting dengan Dirjen Perdagangan Dalam Negeri tentang ketersediaan minyak goreng untuk menghadapi hari hari besar. Misalnya menjelang puasa,’’ ungkapnya seraya menambahkan untuk Riau, ada jatah dari pemerintah pusat 200 ton per minggu. 

Terlepas soal jawaban Disperindag Riau itu, mahasiswa pendemo mengultimatum, jika pemerintah Provinsi Riau tidak cepat menanggapi aspirasi mereka, jangan salahkan mereka akan turun lagi dalam jumlah yang lebih besar lagi.*

Komentar Via Facebook :