DPD LSM GEMPUR Riau: Masyarakat Riau Menanti Agus Andrianto Memberantas Mafia Hutan TNTN di Pelalawan
CYBER88 I Pelalawan - DPD LSM GEMPUR Riau kembali buka suara terkait problematika Kebakaran hutan dan Lahan (karhutla) di kawasan konservasi Balai Taman Nasional Tesso Nilo (BTNTN) di wilayah Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan Riau. Sebab kasus karhutla yang diduga akibat ulah korporasi demi membuka kebun sawit merupakan bencana tingkat nasional.
"Maraknya kebakaran dalam kawasan hutan lindung Tesso Nilo, perlu perhatian serius dari Kabareskrim Kepolisian RI, Komjen Pol. Agus Andrianto, guna menangani apa yang sebenarnya terjadi di balik berbagai kasus kebakaran dikawasan TNTN yang akhirnya bekas karhutla disulap menjadi kebun sawit,", ungkap aktivis DPD LSM GEMPUR Riau, Bung Arif, kepada CYBER88, Minggu, (03/07/22).
Bung Arif menanti Bareskrim Agus Andrianto, untuk memberantas oknum mafia hutan lahan di dalam kawasan TNTN Pelalawan Riau.
Sebelumnya jika Karhutla diluar Tesso Nilo, pihak Aparat Penegak Hukum Kepolisian Tipidter Mabes Polri dinilai mampu untuk mengungkap, dan telah menetapkan para korporasi tersangka pemilik HGU/HTI di kabupaten Pelalawan.
" Kenapa Karhutla dikawasan TNTN, yang selalu berulang kali terbakar tidak ada tindakan dari pusat, seperti dari Kementerian", ujar Bung Arif, seraya memberi apresiasi pihak Kepolisian RI, yang telah berhasil mengungkap kasus Karhutla di lahan HGU.
Ia memberi contoh sejumlah kasus korporasi kebun sawit yang menimbulkan karhutla, seperti pemilik HGU PT. Adei Plantantion dan Industry, PT.MAL dan lainnya telah diberikan ganjaran proses hukum oleh APH.
"Jadi kita menanti gebrakan Kabareskrim Agus Andrianto untuk mengungkap kasus dibalik peristiwa kebakaran di kawasan Balai Taman Nasional TN Pelalawan," ungkap aktivis itu.
Bung Arif menyebutkan, pemangku wilayah Balai TN Tesso Nilo, merupakan yang lebih bertanggung-jawab atas karhutla yang berada di wilayahnya. Anehnya setiap terjadi karhutla, terlepas itu atas unsur kesengajaan oknum-oknum guna penggarapan buka kebun sawit di lahan negara itu, maupun akibat unsur bencana, perlu penanganan tindakan hukum. Sehingga hal ini, tidak terkesan pembiaran.
Aktivis itu juga menyorot, situasi dan kondisi pengamanan TNTN, seperti pengawasan rutin semacam Patroli dari BKSDH, Gakkum LHK. "Jika petugasnya optimal, koq kebakaran selalu terjadi akibatnya Pengawasan kecolongan," kata Bung Arif.
LSM GEMPUR Riau juga minta Kabareskrim untuk memeriksa oknum yang terkait, seperti oknum pejabat dari daerah hingga ke Kementerian dan oknum-oknum APH yang terkesan melakukan pembiaran kepada korporasi sehingga terjadi PMH dalam penindakan dikawasan wilayah Tesso Nilo.


Komentar Via Facebook :