Salah Satu Pelaku Kembalikan Uang BUMKAM PST, Warga Dukung Polisi Ungkap Kasus Korupsi Lainnya

Salah Satu Pelaku Kembalikan Uang BUMKAM PST, Warga Dukung Polisi Ungkap Kasus Korupsi Lainnya

CYBER88 | Siak - Salah seorang terduga pelaku penggelapan uang kas BUMKAM Desa Pinang Sebatang Timur, YW, mengakui telah mengembalikan uang yang telah diambilnya. 

"Sudah saya kembalikan pak," kata YW saya dihubungi wartawan, Kamis (29/9/2022). 

Warga Pinang Sebatang Timur yang mendengar pemberitaan tidak menyangka, bahwa kasus penggelapan uang BUMKAM dilakukan ketiga oknum Direktur, Sekretaris dan Bendahara. 

BACA JUGA  Inspektorat Belum Terima Permintaan Polisi Soal Investigasi Dugaan Korupsi BUMKAM

"Saya tidak nyangka, ketiga orang ini ternyata pelakunya. Pantasan selama ini warga banyak mau pinjam uang ke BUMKAM tak bisa lagi. Ya sebagai warga, saya mengaku kecewa. Maunya penghulu lihat-lihat juga orangnya yang mau jadi pengurus BUMKAM. Ini kok malah menipu," ujar salah seorang warga Pinang Sebatang Timur dan meminta identitasnya dirahasiakan, Jumat (30/9/2022).

Warga lainnya mendukung pihak Kepolisian, untuk mengungkap lebih jelas dan transparan kasus penggelapan uang BUMKAM.

"Sebagai warga kami meminta dan mendukung pihak Kepolisian untuk membuka tabir korupsi di desa Pinang Sebatang Timur. Kami sangat mendukung, karena selama ini kami tidak tau menahu bahwa ada kasus korupsi di desa kami," kata warga yang mengaku bekerja di salah satu perusahaan kenamaan di Perawang.

"Kami minta pihak Polres Siak segera mengungkap dan menangkap para koruptor yang dinilai menjadi penghambat pembangunan di desa Pinang Sebatang Timur," sambungnya.

Sementara itu, diberitakan sebelumnya bahwa Kepolisian menyelidiki kasus dugaan penggelapan uang kas BUMKAM.

"Masih proses lidik, soalnya dari tahun 2009 kami masih coba gali. Makanya anggota masih lidik riksa dan pengumpulan dokumen-dokumennya," kata Kasat Reskrim IPTU Tony Prawira STrk.

Soal tersangkan kata Kasat Reskrim, pihaknya belum menetapkan.

"Namanya masih lidik masih mencari apakah itu tindak pidana atau bukan,
kalau sudah sidik baru mencari siapa pelakunya. Kita masih proses lidik," pungkas Kasat Reskrim.

Kasus ini mencuat ke publik dikarenakan Penghulu Pinang Sebatang Timur Heri Suparjan SE, mengungkap kasus dugaan penggelapan uang kas BUMKAM senilai tiga ratus lima puluh enam juta, sembilan ratus tujuh puluh lima ribu, empat ratus rupiah.

Karenanya, salah satu masyarakat mengadukan kasus ini ke pihak berwajib.

Ketiga oknum tersebut adalah AS sebagai direktur, YW adalah sekretaris dan SW sebagai bendahara. 

Ketiga oknum itu mengakui perbuatannya, dihadapan Penghulu Pinang Sebatang Timur, dan Bapekam.

Ketiganya mengakui mengambil uang kas BUMKAM dengan dalih meminjam, dan  menggunakan identitas orang lain. Nilai pinjaman Rp 356.975.400,- (tiga ratus lima puluh enam juta, sembilan ratus tujuh lima ribu empat ratus rupiah). 

Sebelumnya, Pemerintah Desa melakukan rapat internal bersama pengawas BUMKAM yakni Badan Pemusyawaratan Kampung atau BAPEKAM, dan Pendamping Desa. Hasil pertemuan internal pun, dilaporkan kepada pihak Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung atau DPMK Kabupaten Siak. 

Modus penggelapan yang dilakukan oknum, yakni membuat permohonan pinjaman Fiktif. Ketiga oknum itu bekerjasama memalsukan sejumlah tandatangan, untuk permohonan pinjaman mengatasnamakan masyarakat.

Jumlah pinjaman fiktif yang digerus ketiga oknum yakni AS sebagai direktur senilai Rp. 108.537.000, SW sebagai bendahara senilai Rp. 118.801.000, YW sebagai sekretaris senilai Rp. 129.619.400.

Komentar Via Facebook :