Tangani Swakelola Ruas Jalan Kebun Kopi Milyaran Rupiah, Nurhasana PPK 2.3 Sulteng Bungkam
Kondisi ruas jalan Kebun Kopi yang masih menimbulkan keresahan bagi Penggun jalan (ist)
CYBER88 | Sulawei Tengah - Tiga pejabat Kementerian PUPR yang bertanggung jawab pada jalan Nasional Ruas Tawaili-Nupabomba-Kebun Kopi-Toboli, dengan panjang jalan sekitar 45 kilo meter (KM) agar tetap terjaga struktur badan jalan maupun bahu jalan, tanpa ada lubang mapun genangan air yang dapat mengancam keselamatan pengguna jalan, Ketiga pejabat tersebut di antaranya Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.3 Nurhasana, Kepala Satuan Kerja (Ka.Satker) Wilayah II Sulteng, Rhismono dan Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (Ka.BPJN) Wilayah XIV Sulawesi Tengah , Arief Syarif Hidayat. Selasa, (04/10/22).
Pada tahun 2022 jalan nasional Ruas Tawaili-Nupabomba-Kebun Kopi-Toboli, seakan mendapat perhatian khusus dari Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR, pasalnya dari beberapa ruas jalan nasional yang berada di Propinasi Sulawesi Tengah, hanya ruas Kebun Kopi yang mendapat anggaran khusus swakelola untuk pemeliharaan rutin jalan dan jembatan, yang di tangani langsung oleh PPK 2.3 Nurhasana.
Anggaran swakelola yang di gelontorkan di ruas tersebut tidak tanggung-tanggung sekitar Rp 4,1 Miliar yang terbagi untuk swakelolah rutin jalan sebesar Rp.3,4 Milyar sementara untuk swakelola rutin jembatan sebesar Rp.700 juta, yang di kerjakan menggunakan sistem Padat Karya Tunai (PKT). Dengan serapan tenaga kerja, untuk rutin jalan sebanyak 150 orang dan untuk rutin jembatan sebanyak 100 orang, (di kutip dari sala satu media onlain di kota Palu).
Namun sangat miris ketika kita melintas di ruas tersebut, masih banyak terdapat bahu jalan dan badan jalan yang berlubang, bahkan di beberapa titik terdapat kondisi badan jalan layaknya mirip selokan, (air mengalir di badan jalan) tentunya kondisi jalan tersebut bisa saja dapat mengancam keselamatan pengguna jalan yang melintas di malam hari.
Hal ini di benarkan oleh Herman warga Desa Persatuan Sejati, pada saat di temui di salah satu warung kopi (warkop) di kota Palu dini hari Selasa (4/10/2022).
"Iya memang kondisi jalan di Kebun Kopi itu cukup menyeramkankan selain mistiknya juga kondisi badan jalannya yang tidak nyaman ketika kita melintas, baik itu di musim panas maupun di musim hujan, apa lagi kalau di malam hari mengendarai roda dua (motor). Harapan kami sebagai pengguna jalan, agar bahu jalan yang berlubang akibat gerusan air hujan bisa segerah di perbaiki begitu pulah kondisi badan jalan yang berlubang dan air yang tidak perna kering (mengalir) di badan jalan itu, bisa segerah di carikan solusinya," tutur Herman kepada kru media.
Nurhasana, selaku PPK 2.3 Jalan Nasional Ruas Tawaili-Nupabomba-Kebun Kopi-Toboli, yang juga sebagai pelaksana hajatan anggaran sebesar Rp. 4,1 Milyar yang bersumber dari APBN tahun anggaran 2022, sampai berita ini di terbitkan, masih memilih untuk bungkam, sementara pesan via WhatsApp telah terbaca.
Rafli Sukaan salah satu tokoh pemuda yang juga sebagai pegiat anti korupsi di Kabupaten Parigi Moutong Propinasi Sulawesi Tengah, mempertanyakan penyerapan anggaran yang di kerjakan langsung (swakelola) oleh PPK 2.3 Nurhasana, karna itu anggaran yang bersumber dari APBN, maka patut dan wajib kita memertanyakan dan melakukan pungsi kontrol dalam pelaksanaan di lapangan
Dengan alokasi anggaran yang cukup besar di ruas tersebut, sementara kondisi badan jalan maupun bahu jalan di sepanjang kebun kopi, yang masih sangat jauh dari kondisi mantap, patut diduga adanya kebocoran anggaran pada pelaksanaan di lapangan, dan kami sangat menyayangkan sikap dari PPK 2.3 Nurhasana yang terkesan bungkam ketika di konfirmasi oleh media ini, semestinya beliau (Nurhasana) harus memahami, bahwa beliau itu adalah pejabat publik, dan jangan salahkan jika ada asumsi yang kurang baik dari publik atas bungkamnya oknum PPK 2.3 tersebut
Lanjut kata Rapli, dan sebagi bukti masyarakat akan serius melakukan pungsi kontrol terhadap pelaksanaan anggaran APBN tersebut, dalam waktu dekat kami bersama beberapa kawan-kawan akan menyurat secara resmi kepada pihak BPJN wilayah XIV Sulteng, untuk melakukan audiensi sekaitan dengan pelaksanaan pekerjaan swakelola tersebut.


Komentar Via Facebook :