Sarankan Uji Publik Terhadap Calon Kadis, Boy Nopri Alkaren: Pilihlah Pemimpin Yang Siap Mengabdi

Sarankan Uji Publik Terhadap Calon Kadis, Boy Nopri Alkaren: Pilihlah Pemimpin Yang Siap Mengabdi

CYBER88 | Kuansing - Mantan Aktifis Presiden Mahasiswa (Presma) Universitas Islam Kuansing (Uniks) Boy Nopri Alkaren turut bersuara menangkap berhembusnya persepsi negatif publik terhadap calon Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah daerah Kuansing. Persepsi negatif terhadap calon kadis itu dirasa perlu untuk di minimalisir, agar publik tidak menaruh krisis kepercayaan kepada Pemimpin. 

Dikatakan Boy, bahwa DPRD Kuansing sebagai representasi suara rakyat, yang memiliki kewajiban terus membangun atau kepercayaan publik kepada pemimpinnya. Ini penting dilakukan agar, negeri ini tidak menjadi ladang bagi sekelompok orang yang diduga hanya bekerja untuk kepentingan oligarki, yang bukan untuk mengabdikan diri untuk daerah. Sebaiknya DPRD adakan uji publik terhadap calon kadis yang sudah dinyatakan lulus oleh Tim Panitia seleksi (Pansel) beberapa bulan lalu. 

"Ya, DPRD Kuansing bisa melakukan  uji publik terhadap calon kadis, undang elemen - elemen masyarakat Kuansing, seperti Tokoh masyarakat, Tokoh Pemuda, Tokoh Agama, Insan Pers, Mahasiswa, dan bedah secara terbuka kemampuan masing - masing Kadis tersebut," ungkap Boy Kamis (13/10/2022) sore. 

Dengan begitu, Insya Allah keputusan Plt. Bupati Suhardiman Amby memilih siapa Kadis nya, akan mendapat dukungan dari masyarakat Kuansing, sehingga persepsi negatif yang muncul di masyarakat, seiring akan terbantahkan," kata Boy Nopri Alkaren aktivis asal Kecamatan Cerenti, mantan Presma Uniks 2019 kepada CYBER88, Kamis (13/10/22). 

Ditambahkan Boy, hubungan komunikasi antar lembaga eksekutif dan legislatif perlu dibangun dengan kondusif, agar program - program pembangunan yang dirancang pihak eksekutif dapat direalisasikan secara baik dan mendapat dukungan anggaran oleh DPRD. 

Selain itu lanjut Boy, tugas berat para Kepala OPD itu ada didepan mata, yaitu menyiapkan APBD murni tahun 2023, yang nanti tentu akan dibahas bersama DPRD Kuansing, lagi - lagi ini menjadi tantangan bagi eksekutif terutama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Apakah calon Kadis itu mampu membangun komunikasi yang baik dengan pihak DPRD.

"Jangan ada lagi APBD tidak syah, akibat dugaan ketidak harmonisnya antara eksekutif dan legislatif, karena ini menyangkut hajat hidup masyarakat Kuansing," pinta Boy.

Saat ini berkembang aroma tak sedap yang mulai menyeruak ke ruang publik, menyangkut calon Kadis yang datang atau didatangkan dari luar daerah. Ada kekhawatiran calon Kadis itu, bagian dari kepentingan oligarki yang hanya akan menambah persoalan terhadap masa depan daerah. Artinya keberadaannya tidak menyelesaikan masalah.

"Ini menjadi catatan untuk Bapak Suhardiman dalam memilih calon Kadis nantinya. Pilihlah orang yang tepat dan mengerti permasalahan daerah. Saran Kami kedepankan SDM Kuansing, sebagai bagian dari bentuk menjunjung tinggi marwah daerah," sebut Boy.

Komentar Via Facebook :