Syamsuar Sebut Tak Ada Jual Beli Darah di RSUD Arifin Ahmad, Pihak Keluarga Hironimus Patut Pahur Ucap Sebaliknya
CYBER88 | Pekanbaru - Keributan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad (AA) Pekanbaru gara-gara tidak ada stok darah dan alat transfusinya berbuntut panjang. Gubernur Riau Syamsuar langsung memimpin apel atau upacara Senin (31/10) pagi di RSUD Arifin Achmad.
Sebab, Syamsuar tak ingin ada lagi masyarakat yang protes dengan pelayanan di rumah sakit milik Pemprov Riau itu. Seperti yang terjadi Sabtu (29/10) malam kemarin, keluarga pasien sampai memecahkan kaca jendela pelayanan di Bank Darah di gedung rumah sakit.
"Tak ada ya setahu saya, sudah hampir 4 tahun saya di sini, kalau jual beli darah gak ada lah, tetapi saya akan cari tahu," ujarnya usai memimpin apel di RSUD Arifin Achmad.
BACA JUGA Pelayanan RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru Mengecewakan, Direktur Wan Fajriatul Mammunah Salahkan Petugas
Syamsuar mengaku telah menghubungi keluarga pasien yang memecahkan kaca jendela itu. Bahkan, dia meminta pihak rumah sakit tidak memperpanjang urusan kaca yang dipecahkan keluarga pasien.
Keluarga pasien Hironimus Patut Pahur mengamuk lantaran tidak mendapatkan layanan yang baik dari pihak rumah sakit saat menjalani perawatan penyakit kanker nasofaring yang dideritanya.
Isu jual beli darah berkembang karena pihak rumah sakit yang mengaku tak memiliki stok darah saat pasien itu akan melakukan kemotrafi. Saat darah sudah diperoleh 20 kantong dari Brimob Polda Riau dan sejumlah masyarakat, pihak rumah sakit justru mempersulit proses transfusi.
Syamsuar mengatakan sebenarnya ada relawan yang siap membantu mencarikan kebutuhan darah di RSUD Arifin Achmad.
"Saya juga banyak yang minta bantu minta tolong mencarikan darah," katanya.
Meski demikian, Syamsuar tetap menampung kritikan dan isu yang berkembang di kalangan keluarga pasien. Dia akan menindak tegas jika ada petugas rumah sakit yang melakukan jual beli darah.
"Saya akan cari tahu (jual beli darah). Kalau di rumah sakit gak adalah, tapi kalau oknum di luar misalnya menjual mungkin saja," jelasnya.
Selain di RSUD AA, Syamsuar juga menegaskan tidak pernah mendengar jual beli darah di Palang Merah Indonesia (PMI) yang menjadi tujuan pasien mencari kebutuhan darah.


Komentar Via Facebook :