Orang Tua Siswa SMA13 Bandar Lampung Keluhkan Dugaan Pungli Berkedok Komite

Orang Tua Siswa SMA13 Bandar Lampung Keluhkan Dugaan Pungli Berkedok Komite

CYBER88 | Lampung - Pemerintah gelontorkan anggaran 20 persen untuk sektor pendidikan melalui beberapa program diantaranya biaya operasional sekolah (BOS), serta program dari daerah Bosda.

Dipastikan dengan besaran anggaran tersebut dapat meringankan peserta didik mau pun orang tua siswa, namun dugaan pungli oleh oknum-oknum kepala sekolah yang nakal dan rakus masih saja terjadi dengan memanfaatkan regulasi komite untuk melakukan pungutan kepada orang tua siswa. Minggu, (06/11/22).

Dugaan pungli terjadi di SMA 13 Bandar Lampung    yang beralamat di jalan padat Karya Rajabasa. Pihak sekolah ini melalui komite melakukan pungutan dengan dalih peranserta orang tua yang dipandang cukup besar dan dirasakan orang tua siswa memberatkan.

Kepada awak media salah satu orang tua siswa yang enggan disebutkan namanya menyampaikan keluhanya dengan banyaknya pungutan yang dilakukan oleh pihak sekolah SMA,13 Bandar Lampung bersama komitenya.

"Pihak sekolah melalui komite mematok pungutan 1 juta persiswa pertahun dengan dalih untuk uang pembangunan,
lalu ada juga pungutan lain sebesar 350.000,- persiswa yang mereka sebut uang sumbangan peran serta masyarakat. Belum lagi uang penebusan pakaian seragam batik, seragam OSIS, seragam pramuka, jas almamater, atribut topi, bet dan dasi mencapai 850 ribu perpersiswa. Jika semua diakumulasikan semua nya mencapai total enam juta lima puluh ribu persiswa, tentunya ini sangat  membebani orang tua siswa," ujarnya.

"Akan tetapi pihak sekolah dan komite memberikan keringanan bagi siswa yatim dan yang memiliki kartu KIP dan PKH dengan membayar uang peran serta masyarakat sebesar 200 ribu persiswa perbulan," kata Dia.

Kemudian awak media mendatangi SMA 13 Bandar Lampung beberapa hari lalu guna meminta penjelasan terkait pungutan tersebut dari Drs. Edwars Ahlam selaku ketua komite dan Drs. Hi. Mahlil M.PDi selaku kepala sekolah namun keduanya tidak berada ditempat. Pihak media hanya berhasil bertemu dengan Rahayu Triwahyuni yang akrab selaku wakil kepala sekolah.

Menurut wakil Kepsek, pungutan tersebut merupakan keputusan bersama sekolah dengan komite dan sudah dirapatkan.

"Kalau dari sekolah tidak ada, adapun pungutan tersebut merupakan hasil keputusan komite dengan walimurid," kata Wakepsek.

Dengan jumlah siswa SMA13 Bandar Lampung TA/2022/2023 yang mencapai 1000 siswa tentunya angka ini menjadi fantastis, dan patut di jelaskan fungsi nya secara transfaran.

Hingga berita ini diterbitkan, Drs. Sulpakar M.M selaku kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung yang juga Bupati Mesuji belum berhasil ditemui untuk dimintai tanggapan.

Komentar Via Facebook :