Bupati Maluku Tengah Dan Wakil Gubernur Maluku menghadiri Pengukuhan Raja Negeri Laimu

Bupati Maluku Tengah Dan Wakil Gubernur Maluku menghadiri Pengukuhan Raja Negeri Laimu

CYBER88 | Maluku Tengah – Bupati Kabupaten Maluku Tengah, Muhamat Marasabessy menghadiri pengukuhan Raja Negeri Laimu, Kecamatan Telutih, Maluku Tengah, Rabu (24/11/2022)

Abdul Kadir Walemuly dikukuhkan sebagai Raja Negeri Laimu menggantikan raja sebelumnya Abdullah Kumkelo.

Bupati Maluku Tengah bersama rombongan disambut dengan kalung Kain Tenu.

Bupati Kabupaten Maluku Tengah, Muhamat Marasabessy dalam sambutannya menyampaikan "Ritual adat merupakan momen bersejarah untuk anak negeri karena memiliki pesan dan makna simbolik sebagai perwujudan untuk menjaga dan memantapkan keberlangsungan nilai budaya dan kearifan lokal yang telah digagas para leluhur," tuturnya.

Tradisi adat dan budaya ini hendaknya menjadi perekat dan memperkokoh persaudaraan selaku anak Negeri Laimu. Selain itu melalui pengukuhan adat ini akan memberikan nilai edukasi bagi generasi Negeri Laimu untuk memahami sejarah asal usulnya, adat budaya yang selalu hidup di tengah tantangan dan arus globalisasi, sekaligus menjadi pegangan yang kuat agar kedepan tradisi adat dan budaya ini dapat dilestarikan oleh generasi ke generasi.

Pesan dan harapan yang disampaikan Marasabessy yaitu;
Pertama, pengukuhan adat hari ini bukan saja sebagai sebuah seremonial tetapi sebagai bentuk tanggung jawab moril untuk melestarikan dan mewariskan nilai kepemimpinan yang amanah, tanggung jawab dan selalu berpihak pada kepentingan rakyat.

Kedua, era globalisasi yang terus berubah sangat cepat, berpengaruh hingga ke negeri (Kampung-kampung) yang jauh dari kota. Pengaruh ini membawa dampak terhadap kehidupan masyarakat. Dampak positif yang ditimbulkan adalah keterbukaan kecepatan informasi dan modernisasi. Sedangkan dampak negatif yang ditimbulkan adalah lahirnya kecenderungan masyarakat yang semakin glamour, materialistis dan individualistis yang sejatinya bertentangan dengan sifat hidup orang basudara yang telah menjadi kekayaan budaya di Maluku.

Ketiga, Marasabessy mengajak masyarakat Negeri Laimu untuk memperkuat kesadaran hidup sebagai orang bersaudara berdasarkan semangat Siwalima, Pela Gandong yang senantiasa saling memahami, percaya, menghargai, peduli dan mengasihi.

Keempat, Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah terus berkomitmen untuk meningkatkan pembangunan negeri- negeri adat di daerah ini. Pemerintah Kabupaten terus mendorong alokasi anggaran melalui skema dana desa maupun anggaran dana desa. Kedua anggaran tersebut, diharapkan dapat mempercepat pembangunan di desa dan negeri-negeri di Maluku Tengah.

Kelima, dengan Gerakan Sapa Umat Kalesang Negeri Berahklak dan Berbudaya kiranya semakin mendorong dan memotivasi masyarakat untuk dapat merawat dan melestarikan lingkungan alam sekitar, serta mampu membangun relasi sosial yang baik dengan menjunjung tinggi adat dan budaya kearfian lokal agar masyarakat dapat hidup damai, rukun dan harmonis.

Sementara itu, Wakil Gubernur Maluku Barnabas N Orno menyampaikan Kepada Raja Negeri Laimu yang hari ini dikukuhkan dan seluruh warga masyarakat Laimu agar selalu diberi keteguhan, persaudaraan, kebersamaan dan persatuan dalam menjaga dan membangun Negeri Laimu menuju Negeri yang maju dan sejahtera.

Turut Hadir dalam kegiatan ini; Wakil Gubernur Maluku Barnabas N Orno beserta Istri Pdt. Beatrixs Skillia Soumeru, Asisten Sekda Maluku Tengah dan OPD Maluku Tengah, Ketua Komisi 4 DPRD Maluku Tengah Arman Mualo dan Ramli Wakano,  Danramil, Kapolsek dan Camat Tehoru, Pimpinan Raja 7 Negeri(Raja Sila, Tulehu, Paperu, Tial, Asilulu, dan Raja Hulaliu), Gandog Negeri Laimu, Toko Pemuda, dan Toko Agama.

Adapun Penyerahan bantuan oleh Penjabat Bupati Maluku Tengah dan Wakil Gubernur Maluku yaitu; Penyerahan bantuan beras miskin ekstrim ton 440 Kg untuk kecamatan Telutih, dan Negeri Laimu sebanyak 86 orang(1 ton 290 kg raskim),Bantuan Makanan Ringan bagi anak-anak PAUD dan TK,

Penyerahan Dokumen Kependudukan berupa KK, KIA, dan Akte Kelahiran kepada Negeri Tehua,Negeri Wolu, dan Negeri LahaKaba.

Penyerahan bantuan sosial juga diberikan kepada Pelaku Usaha Ultra mikro yg terdampak inflasi kabulaten Maluku Tengah    Nepsu Lamasano,Baena Soa, dan Rubia Walalohun.

Komentar Via Facebook :