PT ADEI Diskriminasi Kaum Perempuan

Suami Pensiun, Istri di PHK Manejemen PT Adei Plantation

Suami Pensiun, Istri di PHK Manejemen PT Adei Plantation

CYBER88 I Pelalawan - Komisi A DPRD Kabupaten Pelalawan mempertanyakan peraturan  kesepakatan bersama (PKB) yang dilakukan pihak manajemen perusahaan perkebunan sawit PT. Adei Plantantion terhadap para karyawannya, dimana  karyawan yang berumah tangga, bila suaminya telah pensiun, maka istrinya harus di PHK, dan tidak diperbolehkan lagi menempati rumah karyawan/ mes.

Akibat peraturan manajemen perusahaan yang dinilai diskriminasi terhadap hak kaum perempuan, seharusnya tidak boleh terjadi, dan  dicari jalan solusinya. 

" Jangan pihak Perusahaan PT.Adei sesuka hati membuat peraturan sendiri terhadap karyawan, karena peraturan tidak boleh melanggar Undang- Undang," hal ini dipertanyakan Komisi A, DPRD, ketika menerima aspirasi sebagian karyawan devisi PT. Adei yang  mendapat PHK, di ruang rapat Gedung DPRD Kabupaten Pelalawan, Selasa, (17/01/23).

Rapat yang dipimpin Ketua Komisi, didampingi Hita, dan Hombing serta dihadiri pihak Disnaker Pelalawan. Dalam rapat tersebut  pihak Manajemen PT Adei , Rajus, dan Budiman Simanjuntak menjelaskan, walaupun pihaknya melakukan PHK itu, namun tetap diberikan haknya sesuai prosedur.

Mendengar hal itu, pihak Disnaker Iskandar, mengatakan, sebaiknya ini ranah pengadilan perdata. Terkait setiap peraturan perusahaan seharusnya  dilaporkan ke Disnaker, sehingga tidak menimbulkan polemik.

" Kami tidak pernah melakukan kesalahan kerja, dan tiba-tiba kami diberikan surat PHK, padahal kami tidak pernah menandatangani surat PHK, Tolong lah kami pak Dewan, biar kami dipekerjakan perusahaan lagi, agar bisa membiayai anak anak yang masih sekolah, dan gimana mau bayar pinjaman utang di Bank," ujar salah seorang karyawan Her br Sihombing, yang mengaku begitu pulang kampung tahun baru, merasa terkejut mengetahui dirinya telah di PHK. 

Kenudian Monang Pasaribu, selaku pimpinan sidang rapat, meminta Manajemen untuk mempertimbangkan keluhan karyawannya, agar bisa dipahami dan dipekerjakan kembali seperti biasanya.

Pihak Manajemen pun mengatakan pihaknya akan lebih dulu melakukan koordinasi dengan atasan, sehingga keputusan akan disepakati nantinya.

Komentar Via Facebook :