Anggaran DD untuk Renovasi Jembatan Gantung di Desa Pamarican Disebut Sebut Jadi Ajang Bancakan

Anggaran DD untuk Renovasi Jembatan Gantung di Desa Pamarican Disebut Sebut Jadi Ajang Bancakan

CYBER88 | Ciamis -- Sejumlah warga Desa Pamarican Kecamatan Pamarican Kabupaten Ciamis Jawa Barat, mencium aroma tak sedap dalam realisasi dana desa tahun 2023 tahap kesatu yang salah satunya dialokasikan untuk renovasi jembatan gantung yang terletak di Dusun Lumbungsaari.

Anggaran renovasi jembatan gantung senilai Rp.126.938.000 itu disebut sebut menjadi ajang Bancakan oleh para pemangku kepentingan di desa tersebut. 

Maka demikian, warga berharap pihak inspektorat dapat turun ke lapangan untuk mengkroscek hal ini dan masyarakat lainnya termasuk media dapat melakukan kontrol.

Kata Salah satu warga yang tak mau disebut namanya, pekerjaan renovasi jembatan diborongkan pada pihak ketiga dengan nilai borongan Rp.65 juta.

Hal itu pun dibenarkan oleh Usep pihak yang mengerjakan jembatan gantung tersebut saat dikonfirmasi Cyber88.co.id melalui sambungan telepon Selasa (28/3/2023).

Usep mengatakan, pihaknya mengerjakan pekerjaan ini sesuai komitmen dengan Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) yang saat itu disaksikan oleh Kaur Ekbang dan Kepala Desa Pamarican dengan sistem borongan sebesar Rp.65 juta. 

Dalam kesepakatan tersebut, Sambung Usep, anggaran sebesar Rp.65 juta diperuntukan untuk material (Besi WF, Cat, pengelasan tambal sulam, HOK dll) yang menyangkut masalah pembesian dalam jembatan tersebut.

"Untuk pengecoran di kedua ujung jembatan sebagai penahan beban bentangan atau cakar ayam, itu diluar anggaran yang saya kerjakan dan pekerjaan tersebut dikerjakan langsung oleh TPK. Jadi saya kurang tau berapa anggaran tersebut," Ungkapnya. 

Ditempat terpisah, Agus, Ketua LPM sekaligus  TPK membenarkan keterangan dari Usep. Menurutnya, apa yang diungkapkan semua itu berdasarkan pakta. 

"Saya menerima uang dari Pemerintah Desa Pamarican sebesar Rp.95 juta dimana Rp.65 juta untuk biaya pembesian yang dikerjakan oleh usep sedangkan yang Rp.30 juta untuk biaya material seperti Pasir, semen,  besi cakar ayam, HOK dll, "ucap dia saat memberikan klarifikasi didampingi Kaur Ekbang. 

Agus pun menyebut, sebagai tim pelaksana kegiatan dalam renovasi jembatan gantung, pihaknya selalu berkoordinasi dengan PPK yakni Kaur Ekbang. 

"Jadi, Bisa dihitung, anggaran Rp.30 juta yang dikerjakan oleh TOK untuk pemasangan dua kolom cakar ayam dengan panjang 2 m, lebar 1,5 m dan kedalam  1,5 m. untuk material saja sekitar 15 juta, belum lagi untuk HOK pekerja sekitar 11 orang. saya memberikan keterangan apa adanya dan selalu didampingi oleh PPK," Kata Agus. 

Menyikapi hal ini, Joni Sujana, Ketua Ormas Pemuda Pancasila PAC Pamarican sangat menyayangkan adanya dugaan dalam pengelolaan anggaran dana desa untuk renovasi jembatan dijadikan ajang untuk mendapatkan keuntungan oleh pihak pihak terkait.

Menurutnya, anggaran dana desa seharusnya dikelola dengan baik dan transparan dipergunakan untuk kepentingan masyarakat karena merupakan amanah dari pemerintah pusat. 

Ia pun meminta, pihak pihak yang terlihat dalam hal ini yaitu pemborong, TPK dan PPK jangan saling lempar. Kata dia, indikasi penyimpangan ini harus diungkap untuk memberikan pembelajaran bagi semua pihak.
 
"Jangan sampai. masyarakat hilang kepercayaan terhadap para pemangku kebijakan," Ujarnya. 

Kalkulasi

Anggaran renovasi jembatang gantung seluruhnya Rp.126.938.000, diserahkan pada TPK, Rp. 95 juta. Seandainya dikalkulasikan dengan adanya potongan pajak sebesar 12% dari total anggaran, seharusnya sisa anggaran dari 126.938.000 berjumlah kurang lebih 112 juta. 

Lalu kemana sisa anggaran tersebut?

Itulah yang menjadi pertanyaan masyarakat 

(Samsu).

Komentar Via Facebook :