Cegah PMK dan LSD, Ini yang Dilakukan Disnakan Kabupaten Ciamis

Cegah PMK dan LSD, Ini yang Dilakukan Disnakan Kabupaten Ciamis

CYBER88 | Ciamis -- PMK (Penyakit Kuku dan Mulut) juga LSD (Lumpy Skin Disease) merupakan dua penyakit hewan yang sangat ditakuti oleh para peternak karena dapat menimbulkan kematian.

PMK adalah penyakit infeksi virus yang bersifat akut dan sangat menular. Penyakit ini menyerang semua hewan berkuku belah/genap, seperti sapi, kerbau, babi, kambing, domba termasuk juga hewan liar seperti gajah, rusa dan sebagainya.

Virus ini dapat bertahan lama di lingkungan, dan bertahan hidup di tulang, kelenjar, susu serta produk susu. Masa inkubasi 1-14 hari, virus awet dalam pendinginan dan terinaktivasi oleh temperature > 500 dan terinaktivasi pada pH < 6,0 & pH > 9,0. 

Penyakit ini ditandai dengan adanya pembentukan vesikel atau lepuh dan erosi di sekitar mulut, lidah, gusi, nostril, puting, dan di kulit sekitar kuku, pincang dan bahkan kuku bisa terlepas, hipersalivasi,  hewan lebih sering berbaring; pada ternak potong terjadi penurunan bobot badan dan pada ternak perah terjadi penurunan produksi susu yang drastis. 

Morbiditas biasanya tinggi mencapai 100%, namun mortalitas/tingkat kematian untuk hewan dewasa biasanya sangat rendah, akan tetapi pada hewan muda bisa mencapai 50%.

Sementara LSD adalah penyakit pada hewan yang disebabkan oleh virus pox. Penyakit LSD menyerang hewan sapi, kerbau dan beberapa jenis hewan ruminansia liar. Penyakit ini ditularkan oleh serangga penghisap darah seperti nyamuk, Caplak dan lalat atau penularannya dari induk yang sakit kepada anak di dalam kandungan dan melalui air susu. Bisa juga melalui jarum suntik yang tidak steril dan bisa juga melalui air minum yang tercemar ludah hewan yang terinfeksi.

Meskipun tidak bersifat zoonosis atau tidak menular kepada manusia, namun LSD menimbulkan kerugian yang besar. Kerugian yang ditimbulkan berupa kehilangan berat badan, karena hewan tidak bernafsu makan, kehilangan produksi susu, mandul pada sapi jantan dan betina, keguguran dan kerusakan pada kulit.

Sapi yang terserang LSD menunjukkan beberapa gejala seperti demam, timbulnya benjolan-benjolan pada kulit dengan batas yang jelas, sehingga penyakit ini bisa juga dinamai penyakit kulit benjol, keropeng pada hidung dan rongga mulut dan pembengkakan pada kelenjar pertahanan.

Hal tersebut dijelaskan oleh Syrier Nur Hidayat Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Kabupaten Ciamis Provinsi Jawa Barat saat ditemui Cyber88.co.id, di Kantornya, Senin (27/2/2023).

Maka dari itu, lanjut Syarief, Disnakan Kabupaten Ciamis sudah membuat Rencana Strategi (Renstra) untuk penanganan PML dan LSD yang lebih diutamakan dalam hal pencegahan.

Syarief pun menguraikan Renstra Penanganan PMK dan LSD memalui :

1 Penetapan Satuan Tugas (Satgas PMK)

2 Pengobatan Suportif

3 Biosecuirity dan Dekontaminasi

4 Komunikasi, Informasi dan Edukasi

5 Vaksinasi PMK

Kemudian, dalam strategi Penanganan LSD  yakni

a. mengidentifikasi dan melakukan pengawasan hewan pada sentra sentra peternakan sapi dan kerbau

b. Melakukan pembinaan kepada peternak untuk melakukan pelaporan jika menemukan kasus kesakitan atau kematian pada sapi atau kerbau, dengan disertai atau tanda klinis yang mengarah pada LSD

c. Melaporkan Kasus kesakitan atau kematian melakuoan iSikhnas

d. merespon setiap kejadian.

Ia pun menjelaskan terkait kewaspadaan yang mesti dilakukan adalah:

1 mengenali dan mengenalkan penyakit LSD kepada masyarakat terutama masyarakat peternak

2 Melaporkan bila menemukan penyakit dengan gejala seperti LSD

3 mencegah masuknya penyakit dengan mengawasi lebih teliti lalu lintas ternak hewan dan bahan pangan hewan asal luar negeri maupun antar wilayah di Republik Indonesia

4 meningkatkan manajemen peternakan

5. Menerapkan Biosecuirity secara disiplin di peternakan.

Bio Secuiriti Kata Syrier dapat dilakukan dengan

- Menjaga kondisi tubuh ternak agar tetap sehat dengan mencukupi kebutuhan pakan dan menyediakan kandang yang nyaman bagi ternak

- mengupayakan agar kandang dalam kondisi bersih, kering dan hangat

- Menjaga kesehatan kandang dan lingkungan, membersihkan sampah, dan kotoran ternak setiap hari agar tidak menjadi sarang serangga penghisap darah seperti nyamuk, caplak dan lalat karena serangga yang merupakan salah satu vektor yang menularkan LSD

Kemudian tak kalah pentingnya melakukan penyemprotan (spraying) kandang dengan anti serangga dan merendam ternak (dipping) dalam larutan insektisida secara berkala," Pungkas Syarief. (Dedih).

Komentar Via Facebook :