Kondisi Jalan Nasional Banyak Berlubang dan Rawan Lakalantas, BPJN Sulteng Terkesan Tutup Mata
CYBER88 | Sulteng - Kerusakan Jalan nasional merupakan tanggung jawab kementerian PUPR melalui Dirjen Bina Marga, yang nota bene di tingkat Provinsi, terdapat Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) yang ikut membawahi Satuan Kerja dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di setiap ruas jalan nasional (senin 14/8/2023)
Setiap tahun puluhan milyar di gelontorkan APBN untuk menjaga kondisi jalan nasional agar tetap terjaga kemantapannya, sehingga pengguna jalan bisa berkendara dengan nyaman, tanpa lubang dan kubangan air
Seperti halnya, pada ruas Tinombo-Molosipat dengan panjang jalan sekitar 145 KM, pada tahun 2022 negara telah menggelontorkan APBN sebesar Rp.21.471.522.00, yang di kerjakan oleh PT.Widiaya Rahmat Karya (PT.WRK) dengan nomor kontrak : HK,0201/SP/PJ.MLMT/BB14.6.1/71, melalui paket preservasi.
Kembali pada tahun 2023, APBN di alokasikan untuk penanganan kondisi jalan pada ruas yang sama, sebesar Rp.24.789.024.820,00, dengan nomor kontrak; HK 0201/SP/PJ-MLMT/Bb14.6.1/63, tanggal kontrak 27 Februari 2023, dengan limit waktu pelaksanaan 308 hari kalender, dengan kontraktor yang sama (PT.WRK)
Maka sangat miris jika kondisi ruas jalan tersebut (Tinombo-Molosipat) masih terdapat ratusan titik jalan rusak/berlubang yang mirip kubangan kerbau, seakan tidak pernah tertangani dari tahun ketahun dari BPJN Sulteng
Kondisi jalan tersebut, terpantau ketika wartawan media ini melintas di sepanjang ruas tersebut (Tinombo-Molosipat) pada jumat 11/8/2023, yang mana kondisi jalannya seakan tidak memiliki anggaran yang cukup, untuk penanganan kerusakan badan dn bahu jalan yang berlubang dan berair
Hal yang sama di ungkapkan oleh Nawir (32) salah seorang sopir rental (Moutong-Palu), ketika di temui di salah satu warung di Desa Toboli pada sabtu 12/8/2023, iya, masih sangat banyak jalan yang berlubang menyerupai kubangan air.
“Yang tidak membuat nyaman para sopir itu, ketika kenderaan dengan kecepatan tinggi, tiba-tiba berpapasan dengan pengendara sepeda motor atau pejalan kaki, pasti kita nge rem kaget, karna takut orang lain kena percikan air," ucap Nawir dengan nada kesal
Harapan kami (pengguna jalan) agar pihak yang berkompoten (BPJN Sulteng dan PT.WRK), segerah melakukan perbaikan badan jalan yang sering tergenang air, “apakah APBN puluhan milyar yang di gelontorkan setiap tahun, tidak mencukupi untuk penanganan lubang dan genangan air yang ada di badan jalan,” tanya Nawir sembari meneguk sisa kopinya.
Nasar Pakaya sebagai pemerhati konstruksi, mengigatkan kepada pejabat publik (BPJN Sulteng) yang telah di berikan amanah oleh negara, agar lebih serius dalam menjalankan dan melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan anggaran APBN yang begitu besar di alokasikan oleh negara setiap tahun, hanya untuk menjaga dan mempertahankan kondisi jalan nasional di setiap ruas
“Simpel saja, kalau memang tidak becus dalam menjalankan tanggung jawab, mundur dari jabatan yang ada, pasalnya jabatan itu bukan hanya di pertanggung jawabkan kepada pimpinan, juga akan di minta pertanggung jawaban di hari kemudian nanti,” tegas Nasar ketika di mintai tanggapannya pada senin 14/8/2023
Lebih lanjut Nasar, jika melihat dari alokasi anggaran selama dua tahun ini (2022 dan 2023) sudah sekitar 46,2 milyar APBN yang di gunakan untuk menjaga kemantapan jalan dengan panjang 145 KM itu, namun kondisi badan dan bahu jalan pada ruas tersebut, masih sangat jauh dari kata mantap
“Kami sangat menyesalkan pihak BPJN Sulteng dan kontraktor Pelaksana (PT.WRK) yang terkesan tutup mata dengan banyaknya badan jalan yang rusak, jika tidak ada penanganan yang serius, maka kami akan menyurat secara resmi pada BPK RI Perwakilan Sulteng, untuk meminta agar di lakukan audit investigasi terhadap pelaksanaan anggaran APBN pada ruas jalan tersebut,” tutup Nasar dari balik ponselnya.
Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJBN) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) Arief Syarif Hidayat dan PPK 2.1, Reza Maulana, sebagai penanggung jawab pada pelaksanaan anggaran tersebut, lebih memilih bungkam ketika di konfirmasi media ini pada senin 14/8/2023.
Kepala Satuan Kerja (Satker) Wilayah II Sulteng, Rhismono, memberikan tanggapan melalui pesan WhatsApp, terimakasih informasinya, saya perintahkan Tim PPK 2.1 dan Konsultan untuk mengecek, jika terdapat lubang-lubang, segera di perintahkan penyedia jasa (kontraktor) untuk memperbaiki.
Sementara direktur PT.WRK H.Akbar Usman, hanya menjawab singkat konfirmasi media ini, terimakasih informasinya, akan kami perbaiki.


Komentar Via Facebook :