Juri Ujikom di SMAN 1 Padalarang Ternyata Perseorangan Bukan Dari Institusi Kelembagaan

Juri Ujikom di SMAN 1 Padalarang Ternyata Perseorangan Bukan Dari Institusi Kelembagaan

CYBER88 | Bandung Barat – Terkait pernyataan Kepala Sekolah SMAN 1 Padalarang Bandung Barat di beberapa media online yang menyebutkan bahwa Juri Uji Kompetensi jalur prestasi kejuaran pada PPDB di sekolah yang dipimpinnya dari pensiunan Pusat Pendidikan Kavaleri (Pusdikkav), Pihak Pusdikkav menandaskan, secara institusi tidak ada MOU atau kerjasama dengan pihak SMAN 1 Padalarang.

Kalaupun benar kita ada kerjasama untuk penjurian, maka yang ditunjuk adalah yang benar-benar bersertifikat dan ahli dalam bidangnya juga harus dibekali surat perintah dari Komandan, agar bisa dipertanggungjawabkan baik secara pribadi maupun institusi,” tegas salah satu sumber di Pusdikav pada Cyber88.co.id, Selasa (9/7/2024).

Seperti diberitakan sebelumnya, pada Cyber88.co.id, Kepala Sekolah SMAN 1 Padalarang mengatakan bahwa juri Ujikom tersebut dari pihak Pusdikkav agar kredibilitasnya benar-benar terjaga.

Baca Juga : Terkait Dugaan kecurangan pada PPDB SMAN 1 Padalarang, Penjelasan Kepsek Berbeda dengan Fakta di Lapangan

Hal tersebut tentu saja menjadi suatu hal yang rancu dan menimbulkan hingar binger hingga menyedot perhatian masyarakat.

Cepy salah seorang pemerhati Pendidikan merasa heran dengan pernyataan Kepala Sekolah yang notabene sebagai Ketua MKKS di Bandung Barat ini tidak konsisten dari awal bilang A kemudian ketika terpojok dengan menggunakan beberapa media bilang B.

Menurut Cepy, untuk PPDB siswa di jalur prestasi kejuaran tidak bisa sembarangan, mereka harus punya sertifikat dan dibawah naungan institusi kelembagaan agar kredibilitas dan netralitasnya teruji dengan baik, karena menyangkut masa depan dan prestasi siswa tersebut.

“Seharusnya dia jadi panutan karena seorang pejabat dan Ketua MKKS se Bandung Barat yang dapat dicontoh oleh kepala sekolah lainnya,” Cetusnya.

“Mengenai Juri Ujikom ini kami juga meragukan kredibilitas dan netralitasnya karena dari unsur pribadi bukan dari institusi kelembagaan, yang tentunya diduga ada beberapa kepentingan tanpa harus dipertanggungjawabkan secara institusi kelembagaan, “Ungkap Cepy.

Baca Juga : Bunuh Bakat dan Minat Siswa, Diduga PPDB Sman 1 Padalarang Penuh Kecurangan

Ia pun merasa heran, seorang pensiunan menjadi Juri Ujikom dan memakai seragam institusi pada waktu kegiatan.

Kami harap masalah ini secepatnya mendapat tanggapan dan perhatian dari pihak-pihak terkait terutama KCD wilayah VI dan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat agar tidak berlarut-larut dan demi masa depan siswa prestasi tersebut,” pungkasnya. (Yus')

Komentar Via Facebook :