Peringatan Peristiwa Kudatuli di Monumen Joeang 45 Klaten

Peringatan Peristiwa Kudatuli di Monumen Joeang 45 Klaten

CYBER88 | KALTEN — Peringatan peristiwa Kudatuli (kerusuhan 27 juli 1996) termasuk dalam sejarah politik Indonesia yang juga disebut sebagai peristiwa sabtu kelabu, tahun ini pengurus,kader dan simpatisan partai PDI-P  Klaten, menggelar peringatan kudatuli di dua tempat yang berbeda di Klaten, Jumat (26/7/2024) malam.

Peringatan peristiwa kudatuli pertama, digelar di monumen joeang 45 Sangkal Putung Klaten, pukul 20.00 WIB. Dihadiri sekitar dua ratus simpatisan PDI-P Klaten Promeg(Pro Mega), acara diantaranya di isi dengan doa bersama untuk korban kudatuli serta penayangan film dokumenter peristiwa kudatuli dan orasi kebangsaan.

Kepada jurnalist cyber88 ketua panitia Saryono mengisahkan "acara ini bisa terlaksana berkat dukungan dari para senior senior partai yang notabene mengerti sejarah kudatuli kerusuhan 27 Juli 1996, diawali dari ngobrol ngobrol dengan teman teman senior akhirnya sepakat untuk menggelar peringatan kudatuli dan doa bersama",ujarnya.

Tentang peristiwa yang terjadi 28 tahun silam beliau mengatakan itu adalah peristiwa yang sangat menyedihkan, berawal dari konflik internal partai DPP PDI  antara Megawati dan Soeryadi, akhirnya berkembang menjadi perebutan kantor PDI di jl.Diponegoro 58 Jakarta Pusat.

Dalam peristiwa kudatuli tersebut jatuh ratusan korban luka luka dan puluhan meninggal dunia.Ia berharap berkaca dari peristiwa tersebut agar demokrasi betul betul di tegakkan "kita perjuangkan secara totalitas untuk menegakan demokrasi",ucapnya.

Dalam kesempatan ini Saryono juga menyinggung terkait Pilkada di Klaten. "Dimana banyak senior yang sekarang berada diluar struktural partai, mereka menghendaki rekomendasi calon Bupati nanti berasal dari kader partai PDI-P bukan dari luar kader partai",tegasnya.

Sementara itu peringatan kedua digelar di kantor DPC PDI-P Klaten di desa Gayamprit, Klaten Selatan. Dihadiri ketua DPC PDI-P Klaten yang juga menjabat sebagai Bupati Klaten, Sri Mulyani. Peringatan 27 Juli 1996 di kantor DPC ini dilakukan secara sederhana diawali dengan berdoa setelah itu menonton film dokumenter peristiwa Kudatuli dan dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng yg dilakukan oleh ketua Partai dan diberikan kepada anggota pengurus partai yang tertua dan termuda.

Komentar Via Facebook :