Ketua Dewan Kebudayaan Cilegon Ungkap Masa Lalu: Pernah Terlibat Dunia Spiritual
CYBER88 | Cilegon — Ketua Dewan Kebudayaan Kota Cilegon, Ayatullah Khumaeni, mengungkapkan kisah masa lalunya yang jarang diketahui publik dalam sebuah wawancara podcast yang kini ramai diperbincangkan di media sosial. Selasa, 3 Juni 2025
Dalam tayangan bertajuk "Masa Lalu Mistis Ketua Dewan Kebudayaan Terungkap", Ayatullah dengan terbuka menceritakan pengalamannya pernah berkecimpung dalam dunia spiritual, termasuk sempat menjalani profesi sebagai paranormal sebelum aktif di bidang kebudayaan dan politik.
“Saya pernah jadi paranormal, iya. Itu bagian dari perjalanan hidup saya. Bukan sesuatu yang saya banggakan, tapi saya tidak menyesalinya juga. Karena dari sana saya belajar banyak tentang manusia, tentang kepercayaan, dan tentang kekosongan yang bisa diisi oleh budaya,” ungkap Ayatullah dalam perbincangan yang berlangsung lebih dari satu jam tersebut.
Ayatullah menjelaskan bahwa pengalaman tersebut membentuk cara pandangnya terhadap budaya, khususnya dalam memahami pentingnya mitos, narasi lokal, dan kepercayaan sebagai bagian dari identitas masyarakat.
“Semua yang saya alami, termasuk jadi paranormal, justru menguatkan niat saya untuk menjaga kebudayaan. Karena di sana ada jiwa masyarakat. Dan kebudayaan kita, harus tetap hidup,” tambahnya.
Pernyataan ini menimbulkan beragam reaksi dari publik. Banyak yang memuji keberaniannya dalam bersikap terbuka, sementara sebagian lainnya mengaku terkejut dengan pengakuan tersebut. Namun demikian, tak sedikit pula yang menilai pengalaman itu memperkaya perspektif Ayatullah sebagai pemimpin kebudayaan.
Dengan keterusterangannya ini, Ayatullah Khumaeni semakin dikenal sebagai figur yang memahami kebudayaan tidak hanya dari sisi teori, tetapi juga dari pengalaman nyata dalam kehidupan masyarakat, termasuk aspek spiritualnya.
Video lengkap pengakuan ini dapat disaksikan melalui kanal YouTube @podcastlsmindonesia.
(Bidang Publikasi dan Promosi – Dewan Kebudayaan Kota Cilegon)


Komentar Via Facebook :