Bangun Madrasah Bersama, H. Munirudin: Guru yang Lalai Bisa Rusak Bangsa dan Negara

Bangun Madrasah Bersama, H. Munirudin: Guru yang Lalai Bisa Rusak Bangsa dan Negara

H.Munirudin, S.Ag, MM.Pd

CYBER88 | Cilegon – Dalam sebuah acara pelepasan siswa, H.Munirudin, S.Ag, MM.Pd mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Cilegon memberikan pesan mendalam tentang pentingnya pendidikan karakter dan peran besar guru dalam membentuk masa depan bangsa.

Dengan nada penuh semangat dan keprihatinan, H. Munirudin mengawali sambutannya dengan doa dan harapan agar anak-anak yang dilepas kelak menjadi pemimpin masa depan. Ia menekankan bahwa pendidikan dasar di ,TK, TPQ, maupun MDTA adalah fondasi penting kedua setelah pendidikan keluarga.

“Jangan sembarangan dalam mendidik. Pendidikan dasar adalah pendidikan kedua setelah keluarga. Dari sinilah pondasi karakter anak dibentuk,” ujarnya.

Ia menyoroti pentingnya kedisiplinan dalam dunia pendidikan dan mengecam keras guru yang tidak serius dalam menjalankan tugasnya. Menurutnya, kesalahan seorang guru jauh lebih fatal dibandingkan kesalahan profesi lain.

“Kalau dokter salah diagnosa, yang mati hanya satu. Tapi kalau guru salah  mendiagnosa  yang rusak bangsa dan negara,” tegasnya.

H. Munirudin juga menyinggung fenomena kenakalan remaja seperti geng motor yang kerap terlibat dalam tindakan kriminal. Ia mengingatkan bahwa bisa jadi itu adalah hasil dari kesalahan sistem pendidikan yang tak mendidik dengan benar.

“Guru harus sadar bahwa mereka adalah orang-orang terpilih. Ilmu yang bermanfaat akan terus mengalir sebagai amal jariyah. Tapi sebaliknya, kesalahan mengajar juga bisa menjadi dosa jariyah,” tambahnya.

Tak hanya guru, ia juga menyoroti peran orang tua dalam memilih pendidikan untuk anak. Ia mengingatkan agar tidak tergiur hanya karena sekolah gratis, tanpa memperhatikan kualitas dan tanggung jawab terhadap anak.

“Saya khawatir, sekolah gratis malah membuat orang tua dan anak menjadi tidak serius. Sekolah berkualitas butuh dukungan, termasuk dari sisi pembiayaan,” katanya.

Ia pun mengkritisi kebijakan pendidikan pemerintah yang dinilai belum menyentuh kebutuhan nyata madrasah swasta. Menurutnya, banyak sekolah mandiri yang tidak mendapatkan bantuan apa pun, baik dari segi bangunan, gaji guru, maupun operasional.

“Pemerintah jangan hanya menyebar konsep tanpa realisasi. Realitanya, madrasah swasta berjalan dengan keringat sendiri, tapi malah dibanding-bandingkan dengan sekolah gratis,” ungkapnya.

Mengakhiri sambutannya, H. Munirudin mengajak semua pihak untuk bersama-sama membangun dan mengawasi keberlangsungan madrasah, agar tetap menjadi tempat pendidikan yang bermutu dan amanah.

“Kalau yayasan atau guru tidak benar, harus ada pengawasan. Jangan biarkan masyarakat percaya lalu dikhianati,” pungkasnya.


 

Komentar Via Facebook :