Polda Riau Digeruduk Massa, KNPI Pekanbaru Tuntut Kasus Pengeroyokan Diusut Tuntas

Polda Riau Digeruduk Massa, KNPI Pekanbaru Tuntut Kasus Pengeroyokan Diusut Tuntas

CYBER88 | Pekanbaru — Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Pekanbaru menggelar aksi unjuk rasa damai di Mapolda Riau untuk mengecam tindakan premanisme atas pengeroyokan terhadap Ketua KNPI Rumbai Timur, Kamis (20/11/2025) sekitar pukul 14.00 WIB. 

Sebanyak 200 massa dari KNPI Kota Pekanbaru menuntut Polda Riau segera mengusut tuntas pelaku pengeroyokan yang terjadi di Swalayan 02 Rumbai pada Senin (17/11/2025) lalu, yang menyebabkan Ketua KNPI Rumbai atau Korban, Aditya Permana, mengalami kritis. 

Kordinator Lapangan (Korlap) aksi, Gusti Pardamean Nasution pada orasinya menyampaikan serta menuntut Kapolda Riau untuk mendesak Kapolresta Pekanbaru menangkap dan memberantas semua bentuk premanisme dan segera menangkap pelaku pengeroyokan yang di alami Ketua KNPI Rumbai timur. 

Tuntutan tersebut, yakni seluruh pelaku pencurian dengan kekerasan dan atau penganiayaan yang dilakukan bersama-sama didepan umum yang mengakibatkan korban luka berat diproses dengan tegas sesuai (pasal 365 ayat (2) jo pasal 170 ayat (2) ke-2 KUHP).

Gusti menekankan, sebab sudah sangat jelas dan terang-benderang tindakan pengeroyokan brutal dan pencurian barang-barang yang menimpa saudara Aditya Permana di Swalayan 02 Jl. Sembilang, Kel. Limbungan, Kec. Rumbai Timur, pada sore hari di saat pengunjung ramai dan padat lalu lintas. 

Dirinya juga menuntut Polda Riau untuk mengusut tuntas secara singkat dan kilat aksi premanisme yang terjadi secara terang-terangan dikhalayak ramai seolah-olah tidak ada penegakan hukum diwilayah kepolisian khususnya di Polsek Rumbai Timur. 

Massa meminta Kapolda Riau segera menjenguk korban penganiayaan oleh preman sebagai bentuk perhatian Polri terhadap korban. 

Kemudian, Kapolda Riau diminta untuk menepati janjinya memberantas Premanisme di Provinsi Riau, khususnya Kota Pekanbaru. 

Terakhir, massa eminta Kapolda Riau memberikan penghargaan dan prestasi kepada penyidik yang mampu dan berhasil menuntaskan aksi premanisme yang terjadi di Swalayan 02 sampai ke akar-akarnya. 

Selanjutnya dalam aksi tersebut, Gusti Pardamean juga menegaskan bahwa Aksi Premanisme di Kota Pekanbaru harus segera dituntaskan agar tidak ada lagi korban-korban berikutnya di kemudian hari, yang mana aksi pengeroyokan ini dilakukan untuk membungkam suara aktivis yang menyuarakan kebenaran di Provinsi Riau, khususnya di Kota Pekanbaru. 

“Kami juga meminta Polda Riau dalam hal ini tegas mengusut tuntas tindakan Premanisme sampai ke akar-akarnya apapun bentuknya, karena kita tidak mau ada korban-korban aktivis lainnya dikemudian hari, dan dengan tegas saya sampaikan bahwa kami siap mengawal Polda Riau dalam menuntaskan aksi kekerasan dan Premanisme di kota Pekanbaru,” ucapnya.

Sementara itu, Kasubdit Ekonomi, AKBP. Boy Azhar yang mewakili Kapolda Riau menjelaskan, bahwa Polda Riau akan melakukan proses hukum kepada pelaku kasus tersebut dan akan membuka secara transparan kepada masyarakat, juga meminta KNPI Pekanbaru ikut mengawal berjalannya proses hukum. Yang mana, hasil koordinasinya dengan Polresta bahwa kasus ini sedang dalam proses penyidikan. 

“Yang pertama, kami akan menyampaikan tuntutan rekan-rekan ke atasan kami, dan kami juga meminta kepada masyarakat semua ikut serta mengawal kami dalam melakukan proses penyidikan ini. Saya juga sudah koordinasi dengan Polresta bahwa kasus ini sudah proses penyidikan terhadap beberapa Pelaku, dan sekali lagi kami mengajak semua rekan-rekan ikut mengawal proses kasus ini,” ujar Boy Azhar sembari menerima tuntutan dari massa Aksi. 

Di akhir orasi, Gusti juga meminta Polda Riau tidak memberikan ruang kepada pelaku premanisme apapun bentuknya, jangan sampai institusi kepolisian kalah dengan aksi Premanisme. 

“Dengan tegas kami juga sampaikan bahwa Polri khususnya Polda Riau jangan memberikan ruang terhadap aksi premanisme di Pekanbaru sebelum adanya korban-korban lainnya, jangan sampai Institusi yang kami banggakan ini kalah dengan Aksi Premanisme,” tutupnya.

Komentar Via Facebook :