Sampah Kemasan Masih Jadi Pekerjaan Rumah Cimahi, DLH Catat Ada Penurunan
CYBER88 || KOTA CIMAHI – Pergantian Tahun Baru 2026 di Kota Cimahi berlangsung relatif tenang. Berkurangnya aktivitas masyarakat di ruang publik berdampak langsung pada menurunnya lonjakan sampah yang biasanya menjadi persoalan utama pasca perayaan Natal dan Tahun Baru.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi mencatat, perubahan pola perayaan masyarakat yang kini lebih banyak dilakukan di rumah turut membantu menekan volume sampah di area publik. Meski demikian, persoalan sampah kemasan sekali pakai masih menjadi tantangan yang belum terpecahkan.
Kepala DLH Kota Cimahi, Chanifah Listyarini, menyebutkan bahwa sejak malam pergantian tahun, pihaknya tetap melakukan pengawasan intensif di sejumlah titik yang berpotensi menimbulkan penumpukan sampah, seperti alun-alun dan kawasan strategis lainnya.
“Walaupun tidak terjadi keramaian besar seperti tahun-tahun sebelumnya, kami tetap siaga. Petugas disebar di beberapa titik untuk memastikan kebersihan tetap terjaga,” ujarnya.
DLH menurunkan personel di tiga kawasan utama, masing-masing sekitar 10 petugas, untuk melakukan pembersihan sisa aktivitas masyarakat. Pemantauan juga dilanjutkan hingga hari pertama tahun baru guna memastikan tidak ada sampah yang tertinggal.
Menurut Chanifah, dibandingkan perayaan tahun baru sebelumnya, volume sampah kali ini mengalami penurunan. Namun, komposisi sampah masih didominasi oleh sampah anorganik, khususnya kemasan makanan dan minuman.
“Ini menunjukkan bahwa meskipun aktivitas berkurang, ketergantungan terhadap kemasan sekali pakai masih tinggi,” katanya.
Pada hari pertama tahun 2026, DLH mencatat sekitar 16 ritase pengangkutan sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti. Setiap ritase membawa sekitar 5 hingga 6 ton sampah, dengan total mencapai kurang lebih 140 ton, yang merupakan gabungan antara sampah perayaan dan sampah domestik harian.
Operasional pengelolaan sampah tetap berjalan normal meski sebagian layanan publik libur. TPS 3R Pasar Atas dan Cibeber tetap aktif, dengan target pengolahan sekitar 20 ton sampah per hari di empat lokasi TPS 3R.
Chanifah mengakui keterbatasan kuota ritase ke TPA Sarimukti masih menjadi tantangan struktural. Namun, hingga kini kondisi tersebut masih dapat dikelola tanpa mengganggu pelayanan kebersihan kota.
Ia menegaskan bahwa perubahan perilaku masyarakat menjadi faktor penentu dalam upaya pengurangan sampah ke depan. Pemilahan sampah sejak dari rumah dinilai sebagai langkah paling krusial.
“Kami bisa mengelola, tapi sumbernya ada di masyarakat. Kalau sampah sudah dipilah, terutama sampah organik yang bisa diselesaikan di rumah, beban ke TPA akan jauh berkurang,” ujarnya.
DLH Cimahi memastikan kegiatan penyapuan jalan, pengangkutan sampah, serta pengolahan di TPS 3R tetap berjalan sesuai jadwal. Pemerintah berharap momentum perayaan tahun baru yang lebih sederhana ini dapat menjadi awal perubahan menuju pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan.
“Kesadaran memilah sampah dari rumah adalah fondasi utama. Tanpa itu, persoalan sampah akan terus berulang,” pungkas Chanifah. (Dip)


Komentar Via Facebook :