Pemerintah Kota Cimahi Dorong Agama Tetap Relevan Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju

Pemerintah Kota Cimahi Dorong Agama Tetap Relevan Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju

CYBER88 || KOTA CIMAHI – Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama di Kota Cimahi menjadi penanda penting transformasi lembaga keagamaan negara dalam menjawab tantangan zaman. Digelar di Pondok Pesantren Tahfidz Al-Qur’an Misbahunnur, Cimahi Utara, peringatan ini menyoroti upaya Kementerian Agama agar nilai-nilai agama tetap relevan di tengah perubahan sosial, teknologi, dan globalisasi.

Menteri Agama Nasaruddin Umar, melalui sambutan yang dibacakan Wali Kota Cimahi Ngatiyana, menegaskan bahwa delapan dekade perjalanan Kementerian Agama bukan sekadar catatan usia, melainkan momentum konsolidasi peran agama sebagai sumber solusi bagi persoalan bangsa.

Tema HAB ke-80, “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju”, disebut mencerminkan arah kebijakan Kemenag yang menempatkan kerukunan sebagai fondasi pembangunan nasional. Kerukunan tidak dimaknai sebatas harmoni sosial, melainkan kekuatan produktif yang mampu menyatukan perbedaan dalam kerja bersama.

“Kementerian Agama lahir dari kesadaran bahwa bangsa yang majemuk membutuhkan pengelolaan kehidupan beragama yang sehat dalam bingkai kebangsaan,” ujar Ngatiyana membacakan sambutan Menteri Agama.

Seiring perjalanan waktu, peran Kemenag berkembang melampaui fungsi administratif. Selain menjaga harmoni antarumat beragama, Kemenag kini terlibat aktif dalam penguatan ekonomi umat, peningkatan kualitas pendidikan keagamaan, serta transformasi layanan publik berbasis digital.

Sepanjang 2025, Kementerian Agama mengusung konsep Kemenag Berdampak dengan mempercepat digitalisasi layanan. Transformasi ini bertujuan mendekatkan negara kepada umat melalui layanan yang transparan, cepat, dan mudah diakses, tanpa meninggalkan nilai-nilai spiritual.

Di bidang ekonomi, Kemenag mendorong pesantren dan lembaga keagamaan sebagai pusat pemberdayaan masyarakat. Optimalisasi pengelolaan zakat, wakaf, infak, sedekah, serta dana sosial-keagamaan lintas agama dipandang sebagai instrumen penting dalam menggerakkan ekonomi berbasis solidaritas.

Sementara di sektor pendidikan, madrasah dan perguruan tinggi keagamaan mengalami peningkatan kualitas signifikan. Inovasi kurikulum dan penguatan sarana prasarana menjadikan lembaga pendidikan di bawah Kemenag tidak lagi berada di posisi pinggiran, melainkan sejajar dengan institusi pendidikan lainnya.

Menghadapi era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dan dunia VUCA, Menteri Agama mengingatkan agar agama tidak tertinggal oleh kemajuan teknologi. ASN Kementerian Agama dituntut mampu mengisi ruang digital dengan narasi keagamaan yang moderat, valid, dan mencerahkan. “Kita harus memastikan teknologi masa depan tetap berpihak pada nilai ketuhanan dan kemanusiaan,” tegasnya dalam sambutan tersebut.

ASN Kemenag juga didorong menjadi pribadi yang adaptif dan responsif, dengan empati sebagai landasan pelayanan publik. Nilai-nilai agama, menurutnya, harus hadir secara nyata dalam sikap dan kebijakan, bukan sekadar wacana.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Cimahi, Hj. Baiq Raehanun Ratnasari, menegaskan bahwa peringatan HAB ke-80 menjadi momentum penguatan komitmen seluruh jajaran Kemenag dalam menjaga harmoni sosial. Ia menilai kerukunan sebagai prasyarat mutlak bagi stabilitas dan pembangunan berkelanjutan. “Tanpa kerukunan, kedamaian sulit terwujud. Dan tanpa kedamaian, pembangunan tidak akan berjalan optimal,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan HAB ke-80 Kemenag Kota Cimahi diisi dengan apel bersama, pengibaran bendera oleh siswa MTsN, penampilan drumband, dan Tabligh Akbar. Seluruh agenda tersebut dirancang untuk menegaskan kembali posisi Kementerian Agama sebagai aktor penting dalam merawat harmoni, memperkuat moderasi beragama, dan menyiapkan umat menghadapi masa depan. (Dip)

Komentar Via Facebook :