Dalam Sujudku, Ketika Cinta, Luka, dan Maaf Beradu di Jarak yang Memisahkan
CYBER88 || KOTA CIMAHI - Di balik jarak yang memisahkan, tak jarang cinta justru diuji paling keras. Itulah benang merah yang ditawarkan film terbaru produksi Project69 berjudul Dalam Sujudku, sebuah drama keluarga yang mengangkat realitas getir pernikahan jarak jauh ketika kesetiaan, kepercayaan, dan keikhlasan dipertaruhkan.
Film yang dijadwalkan tayang di bioskop seluruh Indonesia pada 2026 ini baru saja menggelar penayangan khusus. Lewat kisah yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, Dalam Sujudku mengajak penonton menyelami luka batin sebuah rumah tangga yang perlahan retak.
Cerita berpusat pada Farid (Marcell Darwin) dan Aisyah (Vinessa Inez), pasangan suami istri yang awalnya hidup bahagia dengan dua anak. Namun perubahan besar datang ketika karier Farid menanjak dan memaksanya bekerja di Jakarta, meninggalkan keluarga yang menetap di kota lain. Pernikahan jarak jauh pun tak terelakkan.
Di kantor barunya, Farid kerap bekerja dalam satu tim dengan Rina (Naura Hakim). Kedekatan yang awalnya profesional perlahan berubah menjadi perasaan. Sementara itu, Aisyah di rumah diliputi firasat tak menentu. Tanpa pengawasan, tanpa bukti, hanya kegelisahan yang terus tumbuh.
Kecurigaan itu terbukti. Farid akhirnya menikahi Rina, meninggalkan Aisyah dalam luka yang dalam. Namun, Dalam Sujudku tak berhenti pada pengkhianatan semata. Film ini justru menggali lebih jauh konflik batin para karakternya tentang penyesalan, amarah, dan usaha berdamai dengan kenyataan.
Vinessa Inez, yang memerankan Aisyah, menggambarkan karakternya sebagai sosok perempuan yang dihimpit tekanan batin luar biasa.
"Aisyah berusaha tegar meskipun hatinya diguncang situasi yang rumit. Aku ingin penonton bisa merasakan pergolakan itu, terutama saat ia harus berdamai dengan dirinya sendiri,” ujar Vinessa.
Menariknya, Aisyah tidak hanya digambarkan sebagai perempuan kuat, tetapi juga pemaaf sebuah sikap yang membuat penonton heran sekaligus kagum. Pilihan untuk memaafkan di tengah pengkhianatan menjadi salah satu kekuatan emosional film ini.
Nuansa berat cerita kemudian diimbangi kehadiran karakter sahabat Aisyah yang diperankan Chika Waode. Lewat peran tersebut, Chika menghadirkan humor segar tanpa mengurangi kedalaman drama.
“Peranku jadi sahabat Aisyah yang selalu mencoba menghangatkan suasana. Aku berterima kasih kepada Mas Rico karena diberi banyak ruang improvisasi. Bahkan saat reading, kami ditempatkan di ruangan khusus supaya banyolannya nggak kebablasan,” tutur Chika sambil tertawa.
Di balik layar, sutradara Rico Michael mengungkapkan bahwa ide cerita film ini berangkat dari curhatan seorang kawan. Karakter Farid dan Aisyah, menurutnya, bukanlah fiksi semata.
“Lelaki seperti Farid yang pasrah dan membiarkan segalanya terjadi, juga Aisyah yang masih menyayangi suaminya meski diselingkuhi, itu nyata. Di situlah saya tertarik menjadikannya film drama yang kuat,” jelas Rico.
Berlatar di Cimahi, Jakarta, dan Garut, Dalam Sujudku sekilas tampak seperti drama religi. Namun Rico menegaskan, film ini tak bertujuan menonjolkan sisi religius semata, melainkan menyoroti perjuangan mempertahankan keluarga. Beberapa adegan bahkan memperlihatkan sisi rapuh Farid membuat penonton yang semula kesal berubah iba melihat kehancuran yang ia alami.
Tak hanya kuat secara cerita, film ini juga digarap dengan pendekatan musikal yang serius. Rico memilih menciptakan lagu tema sendiri dan menggelar ajang pencarian bakat Dalam Sujudku Voice Hunt untuk menemukan penyanyinya. Sebuah langkah yang jarang diambil di tengah tren penggunaan lagu-lagu populer.
Kejutan lain datang dari Dennis Adhiswara. Aktor yang identik dengan peran kocak ini tampil berbeda sebagai seorang Kyai sebuah transformasi yang menambah warna dalam film.
Diproduseri oleh Donnie Syech, Dalam Sujudku diharapkan tak sekadar menjadi tontonan, melainkan ruang refleksi bagi penontonnya tentang cinta yang terluka, kesalahan yang disesali, dan makna memaafkan ketika hidup tak berjalan seperti yang diharapkan. (Ganz)


Komentar Via Facebook :