Lebur Jagad Padepokan Singa Depok Jadi Momentum Satukan Pelaku Budaya Banten
CYBER88 | CILEGON— Padepokan Singa Depok menggelar tradisi Lebur Jagad sekaligus memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW pada malam 12 Rabiul Awal. Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan, dihadiri pelaku seni budaya, sesepuh, tokoh masyarakat, serta pemerhati budaya dari berbagai wilayah Banten.
Ketua Padepokan Singa Depok, Yayah Ruhayah, menyambut baik kehadiran para tamu. Menurutnya, Lebur Jagad menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus menjaga keberlangsungan seni tradisi Banten di tengah perkembangan zaman.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Lembaga Seni Budaya Provinsi Banten Elli Matel, Ketua DPC PPSI Kecamatan Cibeber Habibullah, Ketua DPC PPSI Kecamatan Cilegon Rohani, Sekretaris Umum DPD PPSI Kota Cilegon Rahmatullah AS, keluarga besar PPSI, serta pemerhati budaya dari sejumlah wilayah Banten.
Ketua DPC PPSI Kecamatan Cibeber, Habibullah, mengapresiasi konsistensi Padepokan Singa Depok. Ia mengajak seluruh pelaku seni menjaga kekompakan dan tidak menjadikan perbedaan padepokan maupun organisasi sebagai alasan untuk terpecah. Menurutnya, budaya Banten merupakan warisan bersama yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Sementara itu, Ketua Lembaga Seni Budaya Provinsi Banten, Elli Matel, menekankan pentingnya persatuan pelaku seni dan budaya serta mendorong para sesepuh memberikan ruang kepada generasi muda untuk mengenal dan mencintai kesenian tradisional. “Jangan membedakan bendera, jangan membedakan logo. Kita tetap satu, NKRI harga mati,” tegasnya.
Sekretaris Umum DPD PPSI Kota Cilegon, Rahmatullah AS, menyebut Lebur Jagad bukan sekadar kegiatan berkumpul, tetapi menjadi sarana mempererat persaudaraan, saling menghormati, memperkuat komunikasi, serta menjaga hubungan antarpadepokan dan organisasi seni budaya.
Rahmatullah juga mengajak hadirin memperbanyak salawat sebagai bentuk kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW. Ia turut menyampaikan Dirgahayu Republik Indonesia ke-81 dan HUT PPSI ke-69 Tahun 2026. Menurutnya, seni dan budaya merupakan identitas, jati diri, serta marwah suatu daerah yang harus terus dijaga bersama.
Rangkaian kegiatan diisi doa bersama, pembacaan salawat, dan pertunjukan seni budaya. Acara ditutup dengan salawat bersama. Padepokan Singa Depok berharap tradisi Lebur Jagad dan pelestarian seni budaya Banten dapat terus berlangsung secara berkesinambungan serta menjadi ruang bagi generasi muda untuk belajar dan meneruskan warisan budaya.


Komentar Via Facebook :