1229 BALON KEPALA DESA DARI 47 KECAMATAN DI KABUPATEN SUKABUMI UJI KOMPETENSI
SUKABUMI, Cyber88
Sebanyak 1229 peserta bakal calon (balon) kepala desa dari 47 kecamatan sekabupaten Sukabumi, Minggu ( 13/10/2019) mengikuti uji kompetensi tertulis di empat titik lokasi. Lokasi pertama di STISIP WIDYAPURI MANDIRI Sukabumi yang diikuti 303 peserta dari 11 kecamatan. Kemudian, lokasi kedua dilaksanakan di UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH Kota Sukabumi diikuti 244 balon kepala desa dari 9 kecamatan. Selanjutnya dilokasi ketiga dilaksanakan di MAN 2 Pelabuhan Ratu diikuti oleh 468 balon kepala desa dari 7 kecamatan. Terakhir, dilaksanakan SMAN 1 Sagaranten diikuti oleh 214 peserta balon kepala desa dari 10 kecamatan.
Penanggung jawab uji kompetensi tertulis dari STISIP WIDYAPURI MANDIRI SUKABUMI, Drs. Pepep Sulaeman, MM mengatakan bahwa peserta bakal calon kepala desa yang uji kompetensi dikampusnya sejumlah 303 orang dari 1229 orang secara keseluruhan se kabupaten Sukabumi yang ikut uji kompetensi tertulis. " 303 calon kepala desa yang uji kompetensi disini. Materi yang diujikan pengetahuan dia sebagai warganegara, masalah kepemerintahan desa, pengetahuan umum. Tidak paham misalnya, ya dia tidak bisa menjawab. Secara keseluruhan bukan hanya pengetahuan umum saja. Yang ga lulus, ya gugur. Tapi, dilihat dari passing grade, yang tertinggi diambil. Pesertanya terdiri dari mulai tingkat SMP pendidikannya sampai sarjana. Dari Pemerintahan Daerah kami dapat kepercayaan untuk melaksanakan uji kompetensi tertulis. Ini untuk ketiga kalinya ", kata Pepep Sulaeman.
Sementara itu seorang calon bakal kepala desa dari desa Mekarsari kecamatan Cicurug Kabupaten Sukabumi, Jaya Taruna yang selesai uji kompetensi tertulis mengatakan materi yang diujikan tentang program desa, undang undang desa termasuk undang undang tentang narkoba. ", Materi yang diujikan itu menyangkut tentang program desa, undang undang desa termasuk salah satunya yang diujikan itu, undang undang narkoba. Tapi, isinya berhubungan dengan kegiatan struktur pemerintahan desa. Disamping RT, RW, pemerintahan kabupaten termasuk bupati itu ada semua", kata Jaya Taruna.
Jaya Taruna pun mengatakan bahwa dirinya lulusan D3 dari sebuah Akademi. Dia menyatakan banyak rekan rekan peserta balon kepala desa yang hanya lulusan SMP. Namun demikian ia tidak bermaksud menyepelekannya. " Itu mah tergantung kalo mereka bisa berkembang. Kan pemerintah memberi kesempatan luas seperti Kejar Paket C. Semuanya itu tergantung kemauan mereka, mau belajar. Kalau misalkan mereka tidak mau belajar, pasti ketinggalan. Karena dikita ini perkembangan sangat pesat. Sekali belajar... belajar dan belajar. Apalagi dengan teknologi sekarang kita bisa belajar. Belajar dari google. Apalagi pemerintah lebih canggih lagi. Undang undang apa saja sudah disave. Anggaran apa saja sudah disave ke publik. Cuma, tergantung nanti pemimpin yang dapat. Apakah mereka mau transfaran ke desa, ke masyarakatnya. Baik itu anggaran ADD, DD, juga anggaran Banprov dan transfaransi. Apalagi Dana Desa nanti besar diawasi KPK langsung ", ujar Jaya penuh semangat.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sukabumi, Thendy Hendrayana mengatakan, hasil uji kompetensi tertulis akan diumumkan pada tanggal 21 Oktober yang akan datang.", Test akademik diikuti oleh 1229 calon kepala desa. Terbagi atas empat lokasi test. Di Universitas Muhammadiyah kota Sukabumi. Di STISIP WIDYAPURI MANDIRI Sukabumi, disini jumlahnya 303. Universitas Muhammadiyah dua ratus empat puluh berapalah. Sisanya di Pelabuhan Ratu di MAN 2 dan di SMAN 1 Sagaranten. Insya Allah setelah ini dilanjut nanti tahapan berikutnya. Test wawancara yang juga dilaksanakan ditempat ini, di STISIP. Materinya saya sepenuhnya serahkan kepada perguruan tinggi yang ada dikabupaten Sukabumi. Sampai hari ini saya belum tahu materi yang diujikan itu apa. Tapi, mungkin tidak jauh dengan apa yang menjadi tugas seharian pemerintahan desa. Undang Undang Nomor 6 tahun 2014 tentang desa dan sebagainya. Saya lihat tadi soalnya mutiple choice. Mudah mudahan melalui test ini akan terjaring calon calon kepala desa yang memiliki pengetahuan dan wawasan yang cukup dibidang pemerintahan sekaligus memiliki visi. Kalau beliau calon menjadi kepala desa itu seperti apa. Kita berharap kepala desa yang fungsional yang bisa memandang kedepan. Memanfaatkan potensi yang ada didesa. Selanjutnya ada wawancara dan ada pengumuman kelulusan. Pada 21 Oktober setelah diluluskan nanti ada tahapan berikutnya. Test narkoba dan test kesehatan ", pungkas Thendy.
Pelaksanaan Pilkades Serentak diseluruh wilayah Kabupaten Sukabumi tahun 2019 ini tentunya dengan maksud untuk menghindari dari hal hal negatif. Ini semua tentunya sesuai dengan amanah Undang Undang Nomor 6 Tentang Desa. Semoga pelaksanaan Pilkades serentak berlangsung dengan aman, lancar, kondusif dan sukses.
(SISWADI HS / H.R /ZM) Cyber88


Komentar Via Facebook :