Jarang Terjadi, Ratusan Ribu Uang Diduga Palsu Beredar di Kota Waisai

Jarang Terjadi, Ratusan Ribu Uang Diduga Palsu Beredar di Kota Waisai

Lausu, korban dugaan penipuan uang palsu

CYBER88 | Papu Barat – Belakangan ini sejumlah masyarakat di kota waisai kabupaten raja ampat dikejutkan dengan beredarnya ratusan ribuh uang yang diduga uang palsu.

Korban penipuan uang palsu ini terdapat dua orang, yang mana keduanya merupakan warga kota waisai kabupaten raja ampat.

Motif penipuan ini diketahui saat korban mengecek dan membandingkan uang yang diduga palsu itu dengan uang asli.

Saat korban melakukan pembadingan uang palsu dan uang asli, nampak terdapat perbedaan yang cukup signifikan.

Uang asli pada dasarnya memiliki ukuran yang sama,namun uang yang diduga uang palsu itu memiliki ukuran yang fariasi.

Lausu (50), salah satu pedagang sembako di kota waisai yang juga merupakan korban dari penipuan itu mengisahkan apa yang dialaminya.

Ia menceritakan,bahwa uang yang diduga uang palsu itu dibelanjakan oleh pelaku pada hari rabu (5/8) sekitar puku 11: 00 WIT.

"Kejadian itu, Hari kemarin bapak, sekitar jam 11,uang yang dibelanjakan itu pecahan seratus ribuh, beber Lausu, saat dijumpai sejumlah jurnalis di tempat usahanya yang terletak di jalan arah tokoh Surya kota Waisai, Kamis (6/8).

Diceritakan, pada saat itu dirinya tidak berada di tempat, (warungnya-red), yang berada pada saat itu adalah anak laki-lakinya yang diperkirakan berusia 13 tahun.

Setelah uang yang diduga palsu itu dibelanjakan, Lausu kemudian mengecek dan meminta pendapat beberapa pegawai kantor dinas kebersihan yang saat itu sedang belanja di warungnya.

"Tadi malam saya kumpul uang belanja, setelah saya cek,kok kenapa uang satu ini dia beda" kata Lausu.

Sementara, pada hari Selasa (4/8) sekitar Pukul 05 sore kemarin kejadian serupa juga menimpa Dermon Sauyai salah satu warga yang juga sebagai agen BRI Link.

Diceritakan, Pada Selasa kemarin 2 orang laki-laki mendatangi tempat usahanya dengan maksud untuk melakukan transfer.

Namun pada saat itu tokonya sedang dijaga oleh keponakan perempuannya yang diperkirakan berusia 15 tahun.

Sauyai juga mengisahkan, pada saat itu keponakannya sempat menanyakan kepada pelaku terkait keaslian uang tersebut lantaran keponakannya merasa ragu.

Menanggapi itu, kedua oknum itu kemudian menjelaskan kepada korban bahwa uang itu merupakan uang baru.

Menurut Dermon, pelaku melakukan transfer uang pecahan seratus ribu sebanyak 5 lembar, namun hanya 3 lembar yang merupakan uang asli,2 lembar lainya diduga uang palsu.

Ia juga menyesalkan hal tersebut dan berharap agar pihak yang berwajib dapat mengatasi motif penipuan ini.

"Cuman salahnya dorang yang mengedarkan uang palsu ini, walaupun nilai tidak seberapa tapi uang palsu jadi", tandasnya.

Sayangnya para korban tidak mengenal pelaku pengedar uang palsu tersebut,namun berdasarkan keterangan dari dua korban, ciri-ciri para pelaku nyaris memiliki kesamaan. (A J.Macap)

Komentar Via Facebook :