H. Annas Ma mun, Kembali Ke Rohil : Belum Menentukan Pilihan Politik Di Pilkada Rohil

H. Annas Ma mun, Kembali Ke Rohil : Belum Menentukan Pilihan Politik Di Pilkada Rohil

CYBER88 | Rokan Hilir -- H. Annas Ma mun mantan Gubernur Riau yang sudah menghirup udara bebas setelah menjalani hukuman terkait korupsi kasus suap alih fungsi kawasan hutan, dalam beberapa hari terakhir sudah kembali ke Rokan Hilir, dalam percakapannya beliau buka suara terkait pilihan politiknya di Pilkada Rohil

Dalam percakapan itu, H Annas Ma,mun menyatakan "belum menentukan sikap pilihan politiknya dari salah satu pasangan kandidat Pilkada Rohil pada 9 Desember 2020 mendatang" hal itu di ungkapnya saat di temui media di Hotel Lion jalan Mawar, Sabtu (3/10/20).

Tokoh politik senior itu mengakui sejak dirinya kembali ke Bagansiapiapi, banyak sanak saudara dan warga yang datang mengunjunginya untuk bersilaturahmi serta melepas kerinduan selama ia meninggalkan Rohil saat menjadi gubernur Riau dan saat menjalankan masa tahanan di lembaga Suka Miskin Bandung Jawa Barat.

Saat di tanyai sikap politiknya untuk Pilkada Rohil, beliau mengakui "hingga saat ini belum ada pilihan dan masih ingin menikmati masa kebebasannya dari hukuman yang ia jalankan selama ini" ujarnya.

Terkait foto dirinya yang beredar di Medsos dengan beberapa calon kandidat, Ia menyatakan itu hanya sekedar foto biasa dan tidak ada kaitannya dengan pilihan politiknya dan berharap agar tidak di politisir agar tidak terjadi kesalah pahaman.

"Siapapun yang datang berkunjung ke saya, ya saya terima, namanya berkunjung, siapa saja boleh, baik itu sanak saudara, warga Rohil dan para calon. Setiap ada yang minta foto ya kita foto bersama sekedar menghargai, tidak ada maksud lain, untuk pilihan saat ini saya belum menentukan sikap" jelas Annas yang akrab di sapa tuk Annas.

Namun demikian ia berharap Pilkada tahun ini bisa berjalan dengan kondusif, aman dan terkendali dengan menerapkan prinsip prinsip politik yang santun dan beradap sesuai karakter dan budaya Melayu Rohil yang saling menghargai satu sama lain.

Ia juga menyampaikan agar tidak menjadikan perbedaan pilihan itu menjadi alat pemecah belah yang bisa berpotensi merusak stabilitas keamanan, kenyamanan, serta persatuan warga Rohil

"Soal pilihan itu hak pribadi, siapa pun boleh memilih sesuai keinginannya masing masing, tidak boleh ada paksaan yang penting pilih calon yang baik yang mampu membawa Rohil lebih baik lagi kedepannya" tutupnya. (Donald FS)

Komentar Via Facebook :