Satu Keluarga Petani Ubi Dihajari Security PT MCP Sub Kontraktor PT Arara Abadi

,
Satu Keluarga Petani Ubi Dihajari Security PT MCP Sub Kontraktor PT Arara Abadi

CYBER88 | Pinggir – Tidak mudah bertahan hidup ditengah pandemi Covid-19 saat ini. Disatu sisi pendapatan ekonomi masyarakat tersendat dan “momok” Corona yang menghantui membuat masyarakat harus berdiam diri di rumah, sementara disisi lain sejengkal perut harus tetap diperjuangkan.

Hal itulah yang membuat Pureden N (41Th), warga jalan Simpang Proyek RT03/RW03, Kec. Pinggir, kabupaten Bengkalis, Riau harus pingsan bersimbah darah demi mempertahankan beberapa pohon singkong yang ditanam keluarganya pada sejengkal tanah yang diclaim milik perusahaan.

Kejadian bermula ketika pada hari Rabu  (7/10/20) “segerombolan” security PT. Manggala Cipta Persada (PT. MCP) salah satu anak perusahaan PT. Arara Abadi melakukan pencabutan pohon-pohon singkong milik Pureden.

Mendapati pohon singkongnya dicabut, Pureden memperingatkan pihak security dan kejadian tersebut sempat ditengahi oleh humas perusahaan itu.

Dari keterangan  Pureden, kejadian itu rupanya berbuntut panjang dan mengakibatkan penganiayaan terhadap keluarganya.

“Kami didatangi security yang mengaku diancam setelah mencabut singkong milik orang tua kami. Padahal orang tua saya hanya mengingatkan saja, bahwa kebun singkong itu milik kami,” kata anak Pureden, Kamis (22/10/20).

Lanjut Pureden , “kami sudah berkebun 10 tahun pak, untuk menyambung hidup, tapi pihak Security tiba-tiba mencabutinya. Kalau itu lahan mereka seharusnya mereka lapor Polisi atau gugat ke pengadilan, ini malah mencabuti tanaman dan menganiaya keluarga kami dan itupun sudah dimediasi oleh pihak humas perusahaan”.

Masih menurut keterangannya, usai mediasi diketahui sekitar empat orang security kembali mencabuti dan merusak tanaman di kebun itu.

Usai aksinya tersebut, keempat orang ini menghilang, namun pada malam harinya keluarga saya didatangi sekitar 20 orang security dengan berbagi peralatan dan senjata langsung mengeroyok keluarga Pureden.

“Kami mebela diri dan terpojok, kami dipukuli seperti binatang, salah satu dari keluarga saya  ada pingsan dan sekujur tubuhnya bersimbah darah,” terangnya.

Namun konyolnya, menurut informasi setelah menjadi korban keberingasan security pihak kepolisian malah menangkap FN.

Atas periatiwa ini, humas PT AA, Nurul Huda ketika akan dikonfirmasi lewat sambungan telepon sedang tidak aktif. Hingga berita ini dilansir belum ada keterangan dari perusahaan bubur kertas yang terkenal di Riau itu, sementar pihak Polda Riau dikonfirmasi juga belum menjawab.**

Komentar Via Facebook :

Berita Terkait