Meski Sudah Disidak DPRD, Pekerjaan Pemeliharaan Irigasi dan Turap di Cigombong Tak ada Pengawasan. Abai APD, Pekerja Terluka 

Meski Sudah Disidak DPRD, Pekerjaan Pemeliharaan Irigasi dan Turap di Cigombong Tak ada Pengawasan. Abai APD, Pekerja Terluka 

CYBBER88 | Bogor -- Pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan irigasi dan turap di wilayah kecamatan Cigombong Bogor, yang bertujuan mengantisipasi kebutuhan air bagi para petani dan datangnya musim hujan, masih menyisakan pertanyaan besar di sejumlah masyarakat. 
 
Pasalnya, meskipun beberapa waktu lalu anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bogor telah melakukan sidak, dan tak ada keterangan resmi, pelaksanaan pekerjaan dinilai sejumlah pihak terkesan mengabaikan bebagai hal. 

Sebelumnya diberitakan, salah satu tokoh masyarakat yakni Abah Salawasna menilai Sidak sejumlah anggota Komisi II DPRD pun terkesan formalisasi atau syarat saja.

Baca Juga : Anggota Komisi III DPRD Bogor Tak Berikan Keterangan Terkait Hasil Sidak Pekerjaan Perawatan Pengairan, Warga : Diduga Hanya Syarat Saja

Pekerjaan pemeliharaan irigasi dan turap ini pun nampak kurang pengawasan dari pihak UPT Ciawi dalam hal ini juru air wilayah cigombong selaku pelaksana dilapangan. Bahkan ketika anggota Dewan DPRD komisi III  turun sidak kelapangan pelaksana juga tidak ada. 

Tidak adanya pengawasan dilapangan, tentunya mempengaruhi kualitas pekerjaan. Abah Salawasna, berulangkali menyebut, penggunaan material menggunakan kwalitas di bawah standar akan berpengaruh terhadap kwalitas hasil pekerjaan.

Tak hanya itu, pantauan Cyber88.co.id di lokasi pada Kamis (29/7), akibat kurangnya pengawasan para pekerja seolah tak perduli dengan keselamatannya saat dia bekerja. Mereka pun nampak tak memakai alat pelindung diri (APD) dalam bekerja.

Alhasil, di sana ada salah satu pekerja yang kakinya terluka akibat sepihan batu yang mengores kulitnya.

Pekerja yang tak mau disebut namanya itu mengaku, ia tak diberikan APD oleh pihak pelaksana. Ia pun menyebut mandor dan pelaksana tidak ada di lokasi proyek.

"Ya pak kami tidak diberikan APD, apalagi kaki saya sakit, jangan an pelaksana mandorpun tidak ada,"keluhnya.

Baca Juga : Masyarakat Pertanyaan Hasil Sidak Komisi III DPRD Bogor Terkait Perawatan Pengairan, Mereka Sebut Itu Hanya Formalitas

Terkait hal ini, Abah Salawasna kembali angkat bicara. Menurutnya, fungsi pengawasan dalam pengerjaan proyek sangat diperlukan. Hal ini salah satunya berkaitan dengan keselamatan kerja di sebuah proyek.

Kata dia, Pengawasan atau Suvervising salah satu tujuan utamanya untuk mengontrol supaya tidak terjadi penyimpangan dalam pelaksanaan. Maka dari itu, lanjut Abah, pengawasan dan pengendalian proyek sangat diperlukan agar kejadian – kejadian yang akan menghambat tercapainya tujuan proyek dapat segera diselesaikan dengan baik.

Intinya, kegiatan tersebut harus sesuai dengan rencana proyek, agar penerima manfaat dapat merasakan hasilnya secara maksimal, "Pungkasnya. [ur]

Komentar Via Facebook :