Diduga Dibacking Aparat, Pelaku PETI Masih Eksis dan Aman

Kapolda Riau Diminta Turun dan Tangkap Pelaku PETI di Kuansing

Kapolda Riau Diminta Turun dan Tangkap Pelaku PETI di Kuansing

Penambangan PETI Yang Masih Berlangsung (ist)

CYBER88 | Kuansing - Bengal dan anggap sepele. Itulah yang terpancar untuk pelaku PETI di Kuansing. Jumat, (22/10/21).

Seharusnya Kapolda Riau turun tangan mengatasi permasalahan-permasalahan PETI karena pekerjaan ini sudah bertahun-tahun berlangsung namun tidak selesai juga.

Dimana masih ruwetnya penegakan hukum terhadap pelaku penambang emas tanpa izin (PETI), aktivitas judi dan kegiatan penadah emas di wilayah Kecamatan Kuantan hilir menjadi tanda tanya besar bagi masyarakat Kuantan Singingi Riau apakah penegak hukum melihat tapi pura pura buta. 

Salah satu media online nasional saat turun langsung meliput kegiatan illegal minning (tambang ilegal) di wilayah Kuantan Hilir menyampaikan saat peliputan, salah seorang wartawan mengaku merasa terancam aksi amukan pelaku PETI dengan acara marah marah bahkan perilaku bar bar bak manusia prasejarah.

"Pelaku PETI sempat mengancam awak media yang meliput saat itu,” ucap salah satu rekan media kepada kru CYBER88.

"Saya pun (wartawan salah satu media) diam di mobil, diantara massa itu ada 3 orang yang memang sudah siap mengajak kami berkelahi, yang kami yakini mereka adalah pelaku PETI atau ‘orang bayaran’.

Kami tidak gentar menghadapi mereka namun tidak mau konyol, ada warga yang melerai dan meminta kami agar meninggalkan lokasi. Tetapi Kami tidak mau, karena kami merasa telah ‘diminta membuktikan dan menjadi tanggung-jawab Kapolsek dan jajarannya’ saat kami di TKP, seharusnya ‘Lalat pun tidak boleh ada yang menyentuh kami. Namun realitanya tidak demikian," ucapnya lagi.

Saat ditanya kapan kejadian tersebut, kru media itu menceritakan bahwa kejadian saat peliputan tepatnya di wilayah kegiatan PETI di Desa Kasang Limau Sundai Kecamatan Kuantan hilir seberang dilansir tanggal 15/9/2021.

Selanjutnya, masih di lansir oleh media online tersebut pada tanggal (22/9/2021),  Aparat gabungan Satreskrim dan satsabhara Polres Kuansing melakukan penggrebekan PETI (Pertambangan Emas Tanpa Izin) di lokasi tersebut yang dipimpin langsung Kasat Reskrim – AKP Boy Marudut Tua SH dengan mengerahkan banyak personil nya dan dibantu dengan beberapa personil Sat Sabhara Polres Kuansing," tulis media itu yang terbit tanggal 22/9/2021.

Namun, aktivitas PETI di Desa Kasang Limau Sundai Kecamatan Kuantan Hilir Seberang hanya berhenti beberapa hari saja.

Hal ini seakan menandakan dan diduga pelaku PETI di Desa Kasang Limau Sundai diduga ada backup dari aparat tertentu sehingga pelaku PETI merasa aman- aman saja tanpa terlihat jera sedikitpun.

Selain kegiatan illegal mining, kegiatan illegal lainnya masih saja terjadi di wilayah hukum Kuantan hilir, dari pantauan CYBER88 kegiatan judi Toto gelap (Togel) masih saja terjadi di wilayah itu. Belum lagi kegiatan penadah emas ilegal yang beroperasi aman - aman saja di Kecamatan tersebut. Sehingga kinerja aparat penegak hukum di wilayah Kuantan hilir di pertanyakan masyarakat Kuansing.

Berkaitan banyaknya aktivitas illegal yang masih saja terjadi di wilayah hukum Kecamatan Kuantan hilir, CYBER88 mengkonfirmasi terkait keseriusan aparatur polsek kuantan hilir kepada Kapolres Kuansing AKBP Rendra Oktha Dinata, SIK,M.Si pada Kamis (21/10/2021) malam melalui pesan whatsApp pribadinya. 

Kapolres kuansing mengucapkan terima kasih atas laporannya dan berjanji untuk menindaklanjuti laporan tersebut.

“Terimakasih atas laporannya dan akan ditindaklanjuti,” balas Kapolres Kuansing lewat pesan whatsApp nya. (Rozi)

Komentar Via Facebook :