Tommy FM: Humas dan Polres Kuansing Harus Tanggung Jawab Terhadap Kerugian Immaterial Media CYBER88 Yang Diciptakan

Kerugian Immaterial CYBER88 Terhadap Pemberitaan di Enam Media Online Riau

Kerugian Immaterial CYBER88 Terhadap Pemberitaan di Enam Media Online Riau

Beberapa Tampilan Berita Media Online Tanpa Proses Editing Terima Rilisan Dari Polres Kuansing (ist)

CYBER88 | Pekanbaru - Pimpinan redaksi media  www.Cyber88.co.id Tommy Freddy Manungkalit, S.Kom SH tidak terima  Pemberitaan aktifitas Penambang Emas Tanpa izin ( PETI) di wilayah Kuantan Hilir  Kabupaten Kuansing Riau di sebut Hoax. Senin, (25/10/21).

Baca juga : Tommy FM: Cap Media Saya Hoax, Sebaiknya Kapolres Kuansing No Komen Daripada Buat Malu Instansi Polri

"Sesuai pemberitaan di CYBER88 tanggal 22/10/2021 telah sesuai dengan fakta di lapangan dan itu sudah diketahui Polres Kuansing Rendra Okta," ujar Tomy dengan nada geram.

Untuk itu Pimpinan redaksi CYBER88 beserta seluruh tim redaksi meminta Polres Kuansing untuk bertanggung jawab terhadap release berita yang bersumber dari humas Polres Kuansing terkait PETI di Kecamatan Kuantan hilir yang di kirim ke beberapa media online seperti siagaonline.com, mediaswarabhayangkara.com, PARLEMENRAKYAT.id dan Infolensa.com, detik19.com dan Kuansinginfo.com pada Sabtu (23/10/21) kemarin.

Baca juga : Kapolda Riau Diminta Turun dan Tangkap Pelaku PETI di Kuansing

Sekalipun ke 6 media itu sebagian telah menghapus link berita dan merubah isi berita mereka, namun jejak digital masih tersimpan, sehingga berefek buruk untuk rating media CYBER88.

"Media CYBER88 telah dirugikan secara immaterial yang berdampak hilangnya trust atau kepercayaan pembaca terhadap media cyber88.co.id. Beberapa media online Riau sempat merilis pemberitaan yang bersumber dari Humas Polres Kuansing yang memuat foto pemberitaan CYBER88 itu Hoax.

"Walau pemberitaan itu turun kembali atau dihapus, namun jejak digital Pemberitaan yang bersumber dari humas polres Kuansing masih tetap ada," ucap Tommy.

Atas kejadian itu, pimpinan redaksi CYBER88 menduga ada backup pihak Polres maupun Polsek terkait aktifitas PETI di Kuantan hilir maupun Kuantan hilir Seberang.

"Rating media saya dari Sabtu (23/10/21) hingga saat ini down. Saya minta tanggung jawab Kapolres Kuansing dan Humasnya akan hal itu. Berani berbuat berani bertanggungjawab, karena di Polri diwajibkan berjiwa ksatria," ucap Pimred media CYBER88 Tommy Freddy Manungkalit SH.

Sebelumnya ke 6 media tersebut mengakui kepada salah satu editor bahwa berita yang mereka terima adalah rilisan dari Akp Tapip.

Namun kepada kru media ini, Paur Humas Polres Kuansing Tobing akui bahwa yang buat Dumm berita ialah dirinya dan diteruskan ke AKP Tapip sebagai Kasubag Humas Kuansing serta mengatakan berita yang dikirim oleh Paur Humas Polres Kuansing Tobing sudah melalu prosedur dan telah diketahui Kapolres Kuansing Rendra Okta.

Menurut salah satu jurnalis dari media Infolensa (F) saat di konfirmasi editor media ini mengakui bahwa F yang mengirim rilisan pertama ke media ParlemenRakyat.id dan itu atas perintah Kabid Humas Tapip.

"Ya betul saya yang kirim rilisan ke media parlemenrakyat, namun itu atas perintah humas Polres Kuansing. Jika media lain kirim ke media lainnya saya tidak tahu menahu.

Dan sebelumnya saya juga sudah berkali-kali memastikan apakah benar ini (bentuk berita yang tanpa proses editing foto) akan di terbitkan, Humasnya katakan sudah lakukan saja. Ya kami ikuti kata Humasnya," ucap F via telfon.

Saat kru media CYBER88 yang bertugas di daerah Kuansing konfirmasi ke AKP Tapip, ia mengakui hal tersebut.

"Saya meminta media tersebut (siagaonline.com parlemen rakyat.id, detik19.com, mediaswarabhayangkra.com, infolensa.com dan kuansinginfo.com) untuk menaikkan rilis berita yang dibuat Paur Humas Tobing.

Yang mana berita itu diketahui oleh pak Kapolres dan dengan izin Pak Kapolres lah saya minta media tersebut untuk menaikkan nya," tutur Tapip.

Hal yang memalukan yaitu dimana seorang yang punya jabatan Kasubag Humas di salah satu kantor kepolisian daerah tidak mengetahui bagaimana tata cara Kode Etik Jurnalis mengirim satu berita ke media lain sehingga rilisan tersebut berimbas besar kepada rating media CYBER88.

Dan seharusnya tupoksi seorang kapolres memastikan berita itu sudah layak naik atau tidak atau sekurang-kurangnya ikuti Kode Etik Jurnalistik sehingga tidak membuat rating satu media jatuh dan membuat perang dingin antar media online.

Pemred CYBER88.co.id juga melihat ada keganjilan terhadap baleho pemberitahuan peringatan yang hanya di pegang oleh anggota dan tidak di tanam di wilayah peti tersebut.

"Ini buktinya dan saya sudah buktikan media saya tidak penyebar Hoax. Jadi, sebelum mengeluarkan statement begitu, sebaiknya diam dan no komen saja daripada malu kemudian," tutupnya kesal.

Di tempat terpisah, kru CYBER88 mengkonfimasi tindak PETI yang terjadi di Kuantan Hilir seberang kepada Jepriadi yang juga anggota DPRD kabupaten Kuansing komisi 1 fraksi PAN dari dapil II Kuantan Hilir.

Dia tidak menampik selama ini ada kegiatan illegal kegiatan penambangan emas tanpa izin di daerahnya.

Untuk itu dia mohon dan meminta seluruh stakeholder terkait untuk secepatnya mencarikan solusi perizinan agar kegiatan penambangan emas yang dilakukan masyarakat tidak termasuk kegiatan illegal lagi.

"Memang betul, ada kegiatan PETI di daerah kebun saya tersebut di desa Koto Rajo Kuantan hilir seberang, saya berharap Pemerintah secepatnya mengeluarkan regulasi atau peraturan terkait aktifitas PETI tersebut, agar masyarakat dapat terbantu, apalagi sekarang masih dalam pandemi covid- 19," ujarnya.

Saat mendengar pengakuan anggota DPRD tersebut, Pemred CYBER88 kembali berujar dan menandaskan bahwa PETI di Kuansing bukan lagi menjadi hal tabu, melainkan sudah jadi konsumsi publik.

"Sarangnya PETI ya Kuansing dan Kapolres harus jeli terhadap segala giat di wilayah Kapolsek seluruh kabupaten Kuansing. Bukan hanya duduk manis dan terima bersih laporan bawahnya.

Apabila ada informasi yang didapat dari Masyarakat, secepatnya di respon. Bukan langsung menjustifikasi media CYBER88 HOAX.

Sungguh memalukan instansi Polri jika Kapolres punya Kasubag Humas yang tidak tahu Kode Etik Jurnalis. Saya mendirikan media ini susah payah, 6 media tersebut tanpa proses editing menaikkan rilis berita dari Humas Polres Kuansing dan katanya sudah seizin Kapolres," tukas Tommy geram.

Saat ditanya langkah dan tindakan apa yang akan Ia lakukan terhadap enam media online Riau tersebut, Tommy tersenyum dan berujar, "Saya belum tahu, saya serahkan ke dewan redaksi saya, apapun hasil keputusan dewan redaksi media CYBER88 adalah keputusan terbaik. Jus wait and see ya," tutupnya

Komentar Via Facebook :