Melalui Humas Polres Kuansing, Kapolres Rendra Okta Cap Media CYBER88.co.id Hoax Terkait Berita PETI Yang Masih Marak di Kabupaten Kuansing

Tommy FM: Cap Media Saya Hoax, Sebaiknya Kapolres Kuansing No Komen Daripada Buat Malu Instansi Polri

Tommy FM: Cap Media Saya Hoax, Sebaiknya Kapolres Kuansing No Komen Daripada Buat Malu Instansi Polri

CYBER88 | Kuansing - Headline di beberapa media online tanpa melalui proses editing foto terkait PETI "media CYBER88.co.id HOAX" pada Sabtu kemarin akhirnya terjawab sudah. Senin, (25/10/21).

Setelah mengetahui ada beberapa media online yang menaikkan rilis dari Kapolres Kuansing, Tommy FM bertanya melalui pesan singkat WhatsApp ke Polres Rendra Okta terkait rilisan tersebut.

"*Foto giat patroli ada*, maksud dan tujuan humas  SCREENSHOT berita www.cyber88.co.id  dan share ke media utk foto berita, sdh menyalahi KODE ETIK JURNALIS bang.. Semua Media akan mempermasalahkan terkait hal tsb bg, tq," ucap Tommy via WA.

Tidak berapa lama kemudian, Kapolres balas chat Tommy, " Sudah menjadi protap dan sesui dgn arahan pimpinan bila berita yg disampikan tidak sesui dgn yg ada di lapangan maka akan distempel *hoax*. Hal ini telah diklarifikasi dan hasil klarifikasi sudah juga saya sampaikan," balas Rendra.

"Media CYBER88 telah dirugikan secara immaterial yang berdampak hilangnya trust atau kepercayaan pembaca terhadap media cyber88.co.id dimana Beberapa media online Riau sempat merilis pemberitaan  yang bersumber dari Humas Polres Kuansing yang memuat foto pemberitaan CYBER88 itu Hoax," ucap Tommy geram

Dimana sesuai perkataan Kapolres kepada Pemred media CYBER88 melalui pesan singkat WhatsApp bahwa isi berita yang dikirim ke 6 media tersebut sudah sepengetahuan Kapolres Rendra Okta kini berbuah manis ke media ini.

Pemred CYBER88.co.id juga melihat ada keganjilan terhadap baleho pemberitahuan peringatan yang hanya di pegang oleh anggota dan tidak di tanam di wilayah peti tersebut.

Fakta dan hasil investigasi beberapa kru media ini di lapangan pada Senin (25/10/21) sekira pukul 05.30 WIB, di Wilayah Kuantan Hilir seberang terkait PETI menjawab segala tudingan yang dilakukan pihak Kapolres kepada media ini dengan mengatakan pemberitaan terkait PETI media CYBER88 Hoax.

Seorang warga sekitar yang tidak ingin disebutkan namanya dimana si bapak pagi tadi lakukan giat menampi pasir menuturkan kepada salah satu kru yang lakukan investigasi lapangan bahwa ia melakukan PETI karena ia berbuat itu tidak sendirian.

"Tak lah, saya buat ni karena yang lain juga buat macam ni. Tapi kami pandai pandai takutnya ada yang kontra, emas mahal juga sedang pandemi. Gimana kami bertahan jika tak lakukan macam ni," ucap si bapak dengan perasaan waswas.

Eds dan Ey kepada kru media ini dimana EY pernah mengakui bahwa ia pernah ngopi dengan Kapolsek kuantan Hilir dimana Ey adalah mantan pemain PETI.

Eds juga mengakui sudah berhenti karena persaingan antar pelaku PETI yang saling sikut menyikut dan sampaikan masih ada giat PETI di Kuantan Hilir.

"Sarangnya PETI ya Kuansing dan Kapolres harus jeli terhadap segala giat di wilayah Kapolsek seluruh kabupaten Kuansing.

Bukan hanya duduk manis dan terima bersih laporan bawahnya. Apabila ada informasi yang didapat dari Masyarakat, secepatnya di respon. Bukan langsung menjustifikasi media CYBER88 hoax," tukas Tommy.

Selaku Pemred CYBER88.co.id, Tommy Freddy Manungkalit,S. Kom, SH., tidak terima medianya di cap penyebar HOAX sementara fakta lapangan yang ditemui nyatakan Kuansing lahan empuk PETI dan beberapa aparat keamanan untuk mencari harta cepat.

 

"Ini buktinya dan saya sudah buktikan media saya tidak penyebar Hoax. Jadi, sebelum mengeluarkan statement begitu, sebaiknya diam dan no komen saja daripada malu kemudian," tutupnya kesal.

Kemudian di tempat terpisah, sekira pukul 13.00 WIB siang tadi, CYBER88 meminta tanggapan tindak Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) yang terjadi di Kuantan hilir seberang kepada Jepriadi yang juga anggota DPRD kabupaten Kuansing komisi 1 fraksi PAN dari dapil II Kuantan Hilir.

Dia tidak menampik selama ini ada kegiatan illegal kegiatan penambangan emas tanpa izin di daerahnya.

Untuk itu dia mohon dan meminta seluruh stakeholder terkait untuk secepatnya mencarikan solusi perizinan agar kegiatan penambangan emas yang dilakukan masyarakat tidak termasuk kegiatan illegal lagi.

"Memang betul, ada kegiatan PETI di daerah kebun saya tersebut di desa Koto Rajo Kuantan hilir seberang, saya berharap Pemerintah secepatnya mengeluarkan regulasi atau peraturan terkait aktifitas PETI tersebut, agar masyarakat dapat terbantu, apalagi sekarang masih dalam pandemi Covid- 19," ujarnya.

Komentar Via Facebook :