Penyebab Sakitnya Sejumlan Anak di Kabupaten Ciamis Usai Konsumsi Obat Cacing, Masih Misteri 

Penyebab Sakitnya Sejumlan Anak di Kabupaten Ciamis Usai Konsumsi Obat Cacing, Masih Misteri 

CYBER88 | Ciamis -- Adanya sejumlah anak sekolah di Kecamatan Pamarican Kabupaten Ciamis yang mengalami sakit beberapa waktu lalu usai mengkonsumsi obat cacing, hingga kini masih belum terungkap penyebabnya. Apakah sakitnya itu dikerenakan oleh obat cacing yang merupakan program Nasional, atau karena hal lain?

Sebelumnya, para orang tua siswa tersebut menduga, anak – anak mereka sakit diakibatkan oleh obat cacing tersebut. Peristiwa itupun sebelumnya diberitakan di Cyber88.co.id pada tanggal 16 Oktober 2021 bertajuk “Diduga Karena Konsumsi Obat Cacing, Puluhan Anak Sekolah di Pamarican Ciamis Sakit"

Mendapat informasi dari Kabid P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis, dr Harun yang menyebut Dinas kesehatan kabupaten Ciamis hanyalah penyalur untuk puskesmas se Kabupaten Ciamis dari Dinas Kesehatan Provinsi, Pada tanggal 21 oktober 2021, Cyber88.co.id, mendatangi Dinkes Jabar, dan diterima langsung Dafi yang menjabat sebagai Humas Dinkes Jabar

Saat itu, Humas Dinkes Provinsi Jabar menyarankan untuk konfirmasi terhadap Kepala Dinas, pihak media supaya membuat surat konfirmasi secara tertulis.

“Silahkan buat surat secara tertulis supaya lebih jelas. Apa yang akan dipertanyakan?, untuk apa kepentingannya? dan Atas nama siapa permohonan surat tersebut? “ucap Dafi saat itu. 

Atas arahan Humas Dinkes Provinsi Jabar, pada Kamis 28 Oktober 2021, Cyber88 Priangan Timur pun mengirimkan surat ke Dinkes Provinsi Jabar untuk mengkonfirmasi  beberapa hal terkait pengadaan obat Cacing merk Albendazole yang dibagikan oleh Dinkes Ciamis melalui puskesmas pada Siswa sekolah Dasar, TK dan PAUD. Surat tersebut dikirim melalui paket JNE Kota Banjar.

Karena sampai tanggal 10 November 2021, surat yang dikirimkan oleh Cyber88.co.id belum juga ada jawaban, pada hari Kamis 11 November 2021, awak media pun, untuk kedua kalinya mendatangi Dinkes jabar untuk mempertanyakan jawaban surat konfirmasi tersebut.

Humas Dinkes Provinsi mengatakan, pihaknya belum menerima surat yang dilayangkan oleh Cyber88 Priangan Timur.

"Mohon maaf pak, surat yang bapak kirim itu, hingga hari ini belum kami terima. Kalau bisa saya sekarang minta Pdf nya surat tersebut, biar secepatnya bisa kami jawab, “Kata Dafi.

Terpisah, Irfan, pengelola JNE Banjar, menjelaskan, "bahwa, Pihak JNE telah mengantarkan surat dari Cyber88, sesuai tujuan yaitu ke Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat.

"Kurir JNE pada waktu mengantar surat itu Sdr dan Resa Resdian telah mengirimkan bukti tanda terima pengiriman surat tersebut pada pihak kantor JNE, “Ucapnya saat ditemui awak media.

“Dalam tanda terima surat tersebut juga, sudah jelas tercantum nama Reza sebagai penerimanya, yang bertugas sebagai Security Dinkes Provinsi pada hari Jum'at tanggal 29 Oktober sekitar jam 15.24 wib dikantor Dinas Kesehatan Provinsi Jabar, "Terangnya sambil memperlihatkan tanda bukti penerimaan surat.

Dr Harun Kabid P2P Dinkes Ciamis saat kembali dimintai keterangan melalui pesan Whatshap, kata dia, masalah ini sudah ditangani oleh pihak Dinkes Provinsi. Silahkan CYBER88 komunikasi Provinsi. 

Menyikapi kejadian ini, Asep, tokoh masyarakat kabupaten Ciamis menilai, Dinkes Ciamis dan Provinsi sepertinya menganggap hal ini masalah sepele. Merekapun seolah saling lempar tanggung jawab.

Padahal, lanjut Asep, kejadian ini merupakan masalah serius, menyangkut dengan keselamatan puluhan siswa dan siswi di Kabupaten Ciamis. Oleh karena itu, dirinya mendorong pihak media untuk mengungkap hal ini supaya tidak menjadi misteri dan adanya kejelasan bagi masyarakat Ciamis khususnya para orang tua siswa yang anaknya pada waktu itu mengalami sakit usai mengkonsumsi obat cacing.

“Masih beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, “Cetusnya.

Selaku Dinas yang mengadakan Program tersebut, menurut Asep, seharusnya, merespon cepat dengan adanya kejadian ini. 

“Masih untung, Ada pihak media sebagai Cotrol dan corong aspirasi masyarakat yang mau datang ke Provinsi, Walaupun dengan susah payah harus melewati beberapa rintangan. Kalau tidak ada media, maka pihak Dinkes Provinsi akan adem - adem bae, Tenang, nyantai atau bahkan lenggang kangkung, “Ujarnya. (Samsu)

Komentar Via Facebook :