Cecep: Buku nikah Agung dan Giselle palsu, Almarhum Y tidak diberi makan, sakit dan koma. Sesampai di Rumah Sakit, infus Bayi Y dicabut.
AMPB: Mahasiswa Tantang Kejati Riau Ungkap Dugaan Kasus Korupsi dan Pembunuhan Oleh Wakil DPRD Prov. Riau Agung Nugroho
CYBER88 | Pekanbaru - Belum genap seminggu aksi demonstrasi damai oleh AMK Pekanbaru atas beberapa tuntutan di depan Kejati Riau kepada anggota dewan DPRD Provinsi Riau Agung Nugroho, kali ini kembali aksi demonstrasi damai kembali terjadi dengan tuntutan yang sama yakni usut tuntas kasus dugaan kejahatan pembunuhan kepada bayi Y yang notebene adalah anak kandung Agung dan Giselle. Kamis, (17/03/22).
Aliansi Mahasiswa Pekanbaru Bersuara (AMPB) kembali menggelar aksi damai di kantor Kejati Riau untuk meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus dugaan korupsi dan pembunuhan keji Alm. Yusuf yang diduga dilakukan oleh wakil ketua DPRD Provinsi Riau, Agung Nugroho.
BACA JUGA : AMK : Wakil Ketua DPRD Provinsi Riau Agung Nugroho Diduga Bunuh Anak Kandung Sendiri
Aksi damai yang dilakukan oleh AMPB ini juga berbarengan dengan aksi damai yang dilakukan oleh AMAK (Aliansi Mahasiswa Anti Korupsi) di gedung kantor Kejati Riau. Kamis, (17/03/2022)
Cecep Pernama Galih mengatakan, aksi damai hari ini, lanjutan dari aksi kemarin. Yang dimana untuk meminta aparat penegak hukum terutama Kejati Riau dan Kepolisian untuk mengungkap kasus dugaan korupsi dan pembunuhan seorang bayi yang berumur 2 bulan bernama Yusuf Ramadhan yang diduga dibunuh oleh Agung Nugroho.
"Kami meminta bapak Kejati Riau dan Kepolsian untuk mengungkap tuntas 3 (tiga) kasus dari wakil ketua DPRD Provinsi Riau, Agung Nugroho yang telah menyalahgunakan jabatannya dengan dugaan kami melakukan korupsi Alat kesehatan (Alkes) dan obat kadaluarsa di RSUD Kampar Tahun Anggaran 2020/2021. Kemudian yang kedua, kami meminta aparat penegak hukum untuk memproses kasus pembunuhan keji Alm. Yusuf yang berumur 2 bulan anak dari hasil hubungan gelapnya dengan Gisella yang saat ini berada di Jakarta. Dan yang terkahir, kami meminta penegak hukum untuk usut kasus dari Agung Nugroho dengan menjebloskan Gisella (istrinya) kedalam penjara dengan cara menjebak dan menitipkan narkoba kedalam mobilnya Gisella," kata Cecep, Kamis, (17/03/2022)
Jika tuntutan dan pernyataan sikap kami ini tidak digubris oleh Kejati Riau, Cecep menegaskan akan mengungkap kasus dugaan korupsi dari Kepala Kejati Riau, Djaja Subagja yang diduga menerima suap proyek Miliaran rupiah dari PT. HASRAT TATA JAYA.
" Kami akan bongkar kasus Bapak Kejati Riau, Djaja Subagja yang diduga menerima suap proyek dari PT. HASRAT TATA JAYA miliaran rupiah mengenai pembangunan jalan batas sumbar dan akan melaporkan hal tersebut ke Kejagung RI untuk mencopot Bapak Djaja Subagja dari posisinya saat ini jika kasus dari Agung Nugroho tidak diungkap sampai tuntas, uap Cecep tegas.
Cecep meminta aparat hukum bekerja secara Profesional. Karena, 3 kasus dari Agung Nugroho sudah mencederai dan melukai hari masyarakat. Mulai dari dugaan korupsi alkes dan obat kadaluarsa RSUD Kampar, membunuh bayinya umur 2 bulan. Dan menjebak Gisella (istrinya) kedalam penjara dengan menaruh narkoba ke mobilnya. Sambungnya.
Dikatakan Cecep, khusus untuk kasus Alm Yusuf, dirinya menduga keluarga Agung Nugroho terlibat atas kematiannya. Karena menurutnya, hubungan Agung dengan Gisella selaku suami istri tidak direstui oleh keluarga Agung Nugroho dan buku nikah mereka tidak terdaftar atau palsu.
"Mama dan abangnya mungkin malu atas kelahiran Yusuf (Alm). Jadi, namanya juga anak bayi jika tidak diberi makan maka akan koma. Makanya, Yusuf (Alm) dilarikan kerumah sakit dan sampai di rumah sakit dicabut lah infus nya, sehingga nyawa Yusuf (Alm) tidak tertolong," katanya.
"Jadi jika Kejati Riau dan Kepolisian tidak mengungkap kasus dari Agung Nugroho. Maka kami akan mendampingi Gisella dan akan melaporkan hal ini ke Kejagung dan Mabes Polri," lantangnya lagi.
Saat kru media www.cyber88.co.id sudah mengkonfirmasi Agung Nugroho terkait video orasi damai AMPB terkait dugaan korupsi juga kasus dugaan pembunuhan bayi Y melalui pesan WhatsApp di nomor pribadinya 08123997**** tidak ada jawaban juga mencoba konfirmasi via telfon dimana nomor telfon wakil ketua DPRD provinsi Riau tersebut tidak aktif


Komentar Via Facebook :