Air Sungai Ciwidey Kembali Meluap, Warga Kian Cemas
CYBER88 | Bandung -- Kembali terjadi musibah akibat Hujan Besar di sekitar kawasan hutan Patuha Selasa sore (14/6/ ). Terjangan air sungai yang beberapa hari lalu merobohkan salah satu jembatan, kembali meluap.
Tak hanya air Sungai Ciwidey saja yang membesar, bahkan anak sungai Ciwidey yaitu Sungai Cipanji Desa Tenjolaya tepatnya di sekitar Jalan Perumahan Puri Mas BCI Desa Tenjolaya, kembali membesar dan mengakinatkam terjadinya banjir.
Padahal, menurut keterangant warga, sebelumnya tidak ada tanda tanda mau hujan besar, namun tak lama kemudian setelah banjir tiba, hujanpun turun dan akhirnya kembali menjadi besar.
Derasnya air sungai yang sangat kotor mengakibatkan gorong - gorong jembatan tertutup oleh patahan - patahan matrial yang dibawa air dari hutan, sehingga air melimpah ke beberapa lokasi tanah kebun milik warga Desa Tenjolaya yang siap panen diantaranya milik Rohimin, Didin, Ujang dan Dodi.
Ada juga tiga rumah milik warga tergenang luapan air yaitu Milik Jana, Wawan dan Tati.
Informasi yang berhasil dihimpun, kejadian lain yakni di Wilayah Desa Sugihmukti Kecamatan Pasirjambu beberapa kebun cukup luas dan kebun siap panen terbanjiri.
Ada pula jalan yang tertimpa longsor di sekitar jalan Cibodas Desa Alamendah perbatasan dengan Desa Sugihmukti yang mengakibatkan jalan menuju ke PLTU Geodipa, Rancabolang, Dewata, Paranggong, menjadi tertutup tidak bisa di lalui oleh kendaraan.
Kejadian kejadian yang menimpa warga Ciwidey dan sekitarnya, menimbulkan kecemasan sejumlah warga yang terdampak luapan air.
Ditemui awak media, mereka mengaku sangat khawatir akan terjadinya dampak yang lebih buruk kalau pihak pemerintah tidak segera turun tangan menyesuaikan persoalan yang diperkirakan akan terus terjadi.
Terkait adanya gorong gorong Sungai tersumbat di wilayah Desa Tenjolaya, Ismawanto Somantri, Kepala Desa Tenjolaya berharap pada Pemerintah Daerah melalui Dinas BPBD dan Dinas BBWS atau Dinas yang terkait hal itu di Kabupaten Bandung, kiranya bisa membantu pengerukan gorong gorong yang tersumbat.
Pasalnya, Kat dia, Gorong gorong yang tersumbat sulit dikerjakan secara manual mengingat keadaan lokasi sungai cukup dalam dan terjal.
Kejadian seperti itu pun sudah tiga kali terjadi,"Ujar Ismawanto pada Cyber88.co.id Selasa malam (14/6/2022).
"Atas nama warga masyarakat kami memohon kepada Pemerintah Daerah melalui instansi terkait agar kiranya segera dapat menangani masalah ini, "Harapnya (A.H)


Komentar Via Facebook :