Minimnya Perhatian PPK 2.1, Mobil Tronton Terbalik di Jalan Nasional

Minimnya Perhatian PPK 2.1, Mobil Tronton Terbalik di Jalan Nasional

CYBER88 | Sulteng - Dengan besarnya anggaran APBN yang di gelontorkan untuk pemeliharaan jalan nasional. Harapan Kementerian PUPR di setiap jalan nasional tidak ada lagi jalan yang berlubang, sampai berminggu-minggu apalagi sampai berbulan-bulan tanpa ada tindakan perbaikan dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sebagai pejabat yang bertanggung jawab pada ruas jalan nasional, dan Kepala Satuan Kerja (Ka.Satker) sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) pada Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sulteng.

Seperti halnya pada jalan nasional ruas Tinombo-Lambunu-Molosipat Kabupaten Parigi Motong Propinsi Sulawesi Tengah, pantauan media ini masih sangat banyak titik-titik badan dan bahu jalan yang mengalami kerusakan, bahkan kedalaman bahu jalan bisa mencapai 75 cm, seakan hal ini tidak ada tindakan serius untuk penanganan dan perbaikan dari PPK 2.1 PJN Sulteng Reza Maulana Hermawan dan Ka.Satker Wilayah II Sulawesi Tengah Rhismono selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) pada proyek preservasi yang setiap tahun di kerjakan di ruas tersebut

Akibat tidak adanya penanganan pada badan dan bahu jalan yang mengalami kerusakan tersebut, pekan lalu (Jumat 17/07/2022) satu unit mobil tronton terbalik di sekitar Desa Tingkulan Kecamatan Palasa, kecelakan tunggal tersebut di karenakan mobil tronton menepi pada saat berpapasan dengan mobil mini bus.

Dengan terpaksa mobil tronton harus menepi dan bannya sebelah kiri terperosok kelubang yang berada di pingiran aspal, akibatnya mobil tronton tersebut langsung terbaik, karena kedalaman lubang mencapai 50 cm dengan panjang sekitar 20 m," ungkap sumber yang meminta namanya tidak di beritakan pada saat di temui di lokasi tempat kejadian perkara (TKP).

Sementara menurut Ayub salah satu sopir mobil truk jalur lintasan palu-pantai timur, ketika di temui di rumah makan yang berada di ruas Tinombo-Molosipat mengatakan, kalau lubang yang ada di pingiran aspal seperti yang di tempat terbaliknya mobil tronton itu, belum terlalu parah, coba kita liat kerusakan badan dan bahu jalan di sepanjang gunung santigi, (yang masih berada di ruas Tinombo-Molosipat) kedalaman lubangnya sampai sekitar 75 cm, dan kalau hanya kecelakaan seperti itu sudah sering terjadi di pegunungan santigi, bahkan ada yang sampai masuk jurang.

Sepertinya kerusakan jalan nasional di sepanjang pantai timur (Tinombo-Molosipat) masih sangat minim perhatian dari pihak PUPR yang di berikan kewenangan untuk merawat dan melakukan perbaikan. Namun kami melihat hampir di setiap tahun juga ada pekerjaan proyek di sepanjang ruas ini, namun anehnya bukan aspal dan bahu jalan yang di perbaiki, melainkan hanya katingan gunung saja, semestinya yang prioritas untuk di perbaiki itu badan dan bahu jalan, karena itu akses utama kendaraan", tutup Ayub sembari bergesa menuju ke mobilnya.

Sementara Reza Maulana Hermawan  sekau Pejabat Pembuat Komitmen (PPK 2.1) pada Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sulteng ruas jalan nasional Tinombo-Lambunu-Molosipat, ketika di konfirmasi media ini melalui pesan WhatsApp, menjawab singkat, terima kasih infonya, saya sudah perintahkan untuk segera di tutup.

Reza sudah tidak membalas pertanyaan media ini, apakah selama ini tidak ada laporan dari pengawas di lapangan bahwa kondisi jalan di ruas Tinombo-Molosipat masih banyak terdapat titik-titik yang rusak dan berlubang.

Komentar Via Facebook :