Minimnya Kebocoran Air Pada Perumdam Tirtatarum Karawang, Tidak Lepas Dari Kinerja Maksimal Dirtek Dan Timnya

Minimnya Kebocoran Air Pada Perumdam Tirtatarum Karawang, Tidak Lepas Dari Kinerja Maksimal Dirtek Dan Timnya

CYBER88 | Karawang - Setelah masa jabatan jajaran Direksi Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirtatarum Karawang, atau yang dulu dikenal dengan nama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Perusahaan plat merah milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang itu hingga sampai saat ini belum memiliki pengganti kepemimpinan.

Padahal beredar kabar, sehingga hal itu dianggap akan berpengaruh terhadap managerial perusahaan. Sebab selain persoalan teknis, perusahaan yang kerap kali menjadi perhatian masyarakat ini juga mengelola anggaran yang lumayan fantastis.

Seperti yang diungkapkan oleh Anwar Hidayat (42), warga Telagasari, ia mengatakan, "Seharusnya kekosongan kursi Direksi tidak dibiarkan terlalu lama kosong. Karena dilevel managerial korporasi mana pun kalau tanpa adanya leader, tentu akan kacau, karena tidak ada yang bertanggung jawab atas nama lembaga," Kamis, (18/2/2022).

"Harapan saya, sekali pun untuk proses perekrutan harus menempuh proses dan memakan waktu. Sebaiknya tentukan serta tunjuk dulu Pelaksana Tugas (Plt) untuk sementara waktu," Tegasnya.

Diwaktu dan tempat terpisah, salah seorang pemerhati politi, Andri Kurniawan pada saat diminta pendapatnya perhilal kekosongan kursi Direksi Perumdam Tirtatarum meyakini, bahwa untuk Plt pasti ada. Hanya saja dirinya menjelaskan, "Proses penentuan Plt juga sama halnya seperti proses penetapan definitif, dibutuhkan terlebih dahulu prosedur dan mekanisme serta waktu untuk memproses secara administrasi,"

Walau begitu, dirinya juga senada dengan Anwar, kondisi kekosongan jangan sampai terlalu lama. Alasannya selain persoalan teknis pelayanan, sirkulasi keuangan harus menjadi pertimbangan utama. Karena harus ada yang mempertanggung jawabkan.

Kemudian ketika disinggung kembali mengenai kebocoran air selama 4 Tahun lamanya, Wakil Ketua salah satu Organisasi Masyarakat (Ormas) bertarap Nasional ini menguraikan, "Awalnya kan simpang siur informasi kebocoran air belum dapat terkonfirmasi. Tapi setelah saya bersama tim menelusuri dan memvalidasi informasi, ternyata masih dibatas kewajaran,"

"Dimana berdasarkan standart, batas kewajaran dari kebocoran air, yaitu 25%. Sedangkan dari hasil penelusuran dan konfirmasi, Perumdam Tirtatarum Karawang masih diambang kewajaran," Ulasnya.

Masih menurut Andri, "Masyarakat tidak perlu khawatir, setiap Tahunnya Perumdam Tirtatarum selalu dilakukan audit oleh  Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Logika sederhananya, apa bila ada persoalan krusial dari kebocoran air, sudah dapat dipastikan timbul masalah. Tetapi hingga saat ini, dari hasil audit BPKP belum terdengar adanya persoalan,"

"Tentunya antisipasi kebocoran air berlebih ini, tidak lepas dari peran dan kinerja salah satu Direktur Bidang (Dirbid), yaitu Direktur Teknik (Dirtek). Bukan persoalan mudah mengantisipasi kebocoran air dengan kondisi usia pipa yang sudah lapuk termakan usia," Ujar Andri.

"Jadi, kalau ada selisih sedikit persentase kebocoran dengan standart yang sudah ditentukan, sangat lah wajar. Selain kondisi pipa, Perumdam Tirtatarum juga memiliki fungsi sosial. Dimana ketika terjadi bencana kekeringan atau adanya acara tertentu, kerap kali memberikan bantuan air bersih, dan itu tidak mungkin ditagihkan atau dibayar oleh penerima manfaat, namanya juga sosial. Namun pastinya itu bisa dipertanggungjawabkan," Pungkasnya

Komentar Via Facebook :